Minggu, Maret 26, 2023

ANJING YANG DIGANTUNG

Seorang kepala negara melakukan sidak dengan pengalawan sederhana.

Sang kepala negara ingin mengetahui kondisi rakyatnya. Dia berhenti di rumah salah seorang warga yang berprofesi sebagai peternak puluhan ribu kambing.
Kendati Peternak Kambing itu tidak mengetahui bahwa tamunya itu adalah seorang kepala negara, ia menyambut tamunya itu dengan penuh keramahan dan menjamunya selayaknya menjamu tamu. Beberapa kambing guling disuguhkan kepada kepala negara dan rombongan pengawal.
Ketika keluar rumah, kepala negara itu melihat ada seekor anjing yang digantung di samping rumah.
“Maaf, pak, mengapa anjing itu digantung di sana,?” tanya kepala negara.
“Ceritanya panjang dan saya tidak akan menceritakannya kepada siapa pun.”
Kepala negara itu pun tidak memaksa tuan rumah bercerita. Ia dan rombongan pengawal langsung kembali ke istana.
Keesokan harinya, sang kepala negara mengirim utusan kepada Peternak Kambing yang menggantung anjing di samping rumahnya itu.
Sang Peternak Kambing tetap menolak untuk menceritakan mengapa ia sampai hati menggantung hewan piaraannya itu.
Pada hari ketiga, kepala negara mengirim salah seorang menteri yang dikawal beberapa orang polisi. Peternak Kambing itu digelandang ke istana.
“Jika Bapak masih penasaran ingin mengetahui mengapa anjing itu saya gantung di samping rumah, saya bersedia menceritakannya dengan satu syarat.”
“Apa syaratnya?”
“Serahkan jabatan Bapak sebagai kepala negara kepada saya selama beberapa waktu saja.”
Kepala negara yang dipilih melalui pemilihan umum yang jujur dan adil itu tentu saja keberatan untuk menyerahkan jabatan terhormat itu.
Peternak Kambing itu pun dipersilahkan kembali ke rumahnya.
Pada malam hari, kepala negara itu masih tetap memikirkan, mengapa anjing itu digantung dan rasa penasarannya semakin menjadi-jadi ketika mendengar syarat untuk mengetahui jawaban pertanyaannya itu adalah harus melepaskan jabatan sebagai kepala negara kepada rakyatnya yang tidak diketahui latar belakangnya itu.
Malam itu, sang kepala negara benar-benar tidak bisa tidur.
Keesokan harinya, sejumlah agenda yang telah ditetapkan jauh-jauh sebelumnya terpaksa dibatalkan karena kepala negara harus mengganti tidur malam.
Keadaan seperti itu berlangsung sampai berhari-hari. Suasana istana bahkan sejumlah kantor menteri pun mulai kena imbasnya.
Maka, atas usulan beberapa menteri, kepala negara akhirnya menyanggupi syarat yang diajukan oleh pengusaha itu. Maka, ia dijemput. Pengalihan kekuasaan dilakukan di halaman istana, dihadiri seluruh anggota kabinet dan sejumlah duta besar negara sahabat.
Pada hari pertama menduduki jabatan sebagai kepala negara, Peternak Kambing itu memberhentikan semua pejabat eselon pertama, termasuk menteri, wakil, panglima tentara dan kepala kepolisian, terutama yang selama ini ramai dibicarakan sebagai antek negara asing dan mengelola negara demi kepentingan para penguasa asing itu. Para penjabat eselon satu itu bukan hanya diberhentikan tetapi mereka langsung dijebloskan ke penjara. Para pejabat eselon dua menduduki jabatan yang ditinggalkan oleh pejabat eselon pertama.
Melalui para menteri dan pejabat barunya, sang kepala negara sementara ini mengirim pesan ke semua negara sahabat yang dulu memungut pajak dari negaranya bahwa sejak kepemimpinannya itu, negara sahabat itu tidak akan dapat memungut pajak lagi karena negara yang dipimpinnya sudah bangkrut, dililit hutang yang lebih dari harga jual tanah milik negara itu sendiri.
Peternak Kambing yang kepala negara sementara itu juga menyampaikan pesan bahwa negaranya kini memiliki kedaulatan penuh yang tidak bisa didikte oleh negara mana pun.
Para kepala negara sahabat yang selama ini mendapatkan pajak dari negara itu mulai mengadakan komunikasi dengan sejumlah menteri dan pejabat yang selama itu menjadi anteknya, untuk menyelesaikan masalah..
Tapi sayangnya, tidak ada jawaban karena mereka semua meringkuk dalam penjara. Para kepala negara sahabat itu tidak menemukan siapa pun untuk diajak kerja sama yang selama beberapa tahun tampak saling menguntungkan itu.
Sementara itu, Peternak Kambing yang sekarang menduduk jabatan sebagai kepala negara mengambil alih semua perusahaan yang selama itu dikuasai pihak asing sehingga keuntungan perusahaan itu seratus persen masuk ke kas negara.
Uang simpanan para pejabat yang korup yang berada di luar negeri, semuanya ditarik dan menjadi harta negara. Dalam waktu singkat, kekayaan negara meningkat luar biasa. Semua hutang negara dapat dilunasi kendati dengan bunga yang berlipat ganda.
Merasa tujuannya telah tercapai, Peternak Kambing itu menyerahkan jabatannya ke kepala negara yang sebenarnya. Setelah mendapat laporan dari para menterinya yang semuanya jujur itu, sang kepala negara tampak sangat senang.
“Nah, sekarang ceritakan kisah tentang anjing yang digantung itu,” pinta kepala negara sebelum sang Peternak Kambing itu meninggalkan istana.
“Begini, Bapak Kepala Negara. Saya memiliki puluhan ribu kambing yang dijaga oleh beberapa ekor anjing yang salah satunya saya gantung itu. Setiap hari saya kehilangan seekor kambing, dan saya tidak tahu mengapa, sampai suatu hari saya melihat seekor anjing menyergap kambing dan membunuhnya. Kambing yang sudah tidak berdaya itu, diberikannya kepada seekor hyena. Anjing yang melakukan pengkhianatan itu adalah anjing senior yang mengetuai puluhan anjing muda dalam menjaga puluhan ribu kambing. Mungkin selama ini anjing ketua itu sering diganggu oleh hyena yang selalu berusaha untuk menerkam kambing yang menjadi tanggung jawabnya. Setelah anjing itu setiap hari memberi hadiah seekor kambing, hyena itu tidak pernah datang mengganggunya.
Bapak Kepala Negara yang saya hormati,
Anjing itu mungkin ingin mempertahankan jabatannya sebagai ketua anjing penjaga kambing tanpa ada gangguan dari hyena. Demi mempertahankan jabatannya itu, ia tidak segan-segan mengorbankan kambing yang sebetulnya harus ia jaga.
Maka hukuman bagi penjaga yang berkhianat adalah digantung, agar anjing-anjing muda penjaga lainnya mengambil pelajaran, dan *lterbukti sejak hari itu, saya tidak pernah kehilangan satu kambing pun.”
Mendengar penjelasan yang panjang-lebar itu, Bapak Kepala Negara terlihat beberapa kali mengangguk-anggukkan kepala dan sesekali melirik para menteri yang hadir dalam acara tersebut.
Saudaraku semuanya...
Jika Anda memiliki 10 peluru, Anda harus menembakkan 9 peluru ke agen dan pengkhianat di dalam, dan menyimpan satu peluru untuk musuh dari luar.
Penguasa yang tidak berwibawa melemahkan dan menghancurkan negaranya, dan dengan mudah musuh menyerangnya.
Manajer perusahaan yang gagal menghancurkan perusahaan yang akan berakhir dengan likuidasi.
Ketum perkumpulan yang tidak amanah menghancurkan organisasi dengan perpecahan.
Pejabat departemen yang ceroboh menghancurkan semua karyawan di departemennya..
Saudara-saudaraku...
Berapa banyak anjing pengkhianat hari ini..???
Berapa banyak kambing yang disembelih, dijual, dijarah, dan diizinkan orang asing menguasai dan menikmatinya..???
Berapa banyak hyena yang datang dan pergi di sekitar kita???
Semoga Allah memberkati hari-hari Anda dengan semua yang terbaik…
SILAKAN ADA REFRESENTATIFKAN CERITA INI KIRA KIRA SIAPA ANJING KEPALA YANG ADA PADA CERITA INI DAN HARUS DIGANTUNG

Jumat, Desember 30, 2022

KISAH LUCU DARI TANAH INDONESIA

INSPIRING STORY.

Kalau kalau ada yg belum baca.
Konon, Dahulu, suatu ketika ada sebuah desa di pelosok Papua sana yang penghasilan utamanya adalah pisang.
Banyak sekali pisang enak yang dihasilkan dari tanah subur di desa tersebut. Selain manis, besar-besar, dan konon khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan.
Itulah mengapa, penduduk di sana banyak yang menggantungkan hidup dari hasil jualan pisang. Tapi, karena daerahnya terpencil, mereka harus menjual pisang tersebut ke kota dan menempuh jarak 30 km-an.
Dengan infrastruktur yang masih belum bagus, mereka harus jalan kaki, mengarungi sungai, dengan membawa satu dua tandan pisang per orang.
Sampai di pasar kota, pisang itu sudah langsung ada penadahnya. Laris manis. Uang pun didapat.
Dan, masyarakat desa itu pun segera pulang ke kampungnya lagi. Namun sebelum pulang, ada satu tradisi mereka untuk membawa oleh-oleh ke rumah. Dan... yang paling dinanti oleh keluarga mereka sebagai oleh-oleh biasanya adalah *PISANG GORENG.*
Ya.. jauh-jauh mereka ke kota, jualan pisang, untuk kemudian membeli oleh-oleh pisang goreng. Uang hasil jualan pisang sebagian dipakai untuk membeli pisang goreng.
Ada yang merasa aneh atau lucu dengan kisah tadi?
Sebagian teman-teman saya tertawa mendengar kisah itu. Jauh-jauh ke kota jualan pisang kok bawanya oleh-oleh pisang juga? Kenapa tidak menggoreng sendiri? Aneka tanggapan muncul saat tahu kisah ini. Tapi...
Sesaat kemudian, tawa itu berubah jadi hening, ketika saya mengatakan bahwa *INILAH YANG TERJADI PADA SEBAGIAN BESAR ORANG INDONESIA!*
Air diambil dari Indonesia, diolah jadi Aqua, dijual lagi ke kita, dan uangnya diambil Danone, perusahaan dari luar negeri.
Sepatu keren dibuat orang Indonesia, dibawa ke luar diberi cap Nike, dan dijual lagi ke Indonesia dengan harga berkali lipat, dan ada yang bangga memakainya.
Kopi-kopi terbaik di Indonesia, dibeli dan diolah Starbucks, dibeli dengan harga berkali lipat oleh orang Indonesia.
Kisah di atas saya dapatkan dari teman-teman yang menginisiasi gerakan Beli Indonesia. Sebuah gerakan untuk mendukung dan bangga menggunakan produk Indonesia.
Bahkan, meski lebih mahal tapi kualitasnya belum sebagus produk asing, jika kita mau memakai dan membelinya, 250 juta penduduk Indonesia akan lebih sejahtera.

Kamis, Desember 08, 2022

ALLAH TIDAK AKAN MELUPAKANMU

Dr. Hassan Syamsi Basya (68 tahun) adalah seorang dokter spesialis jantung di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Di sore hari saat hendak pulang dari rumah sakit, beliau kedatangan tamu di kantornya.

Beliau berbagi pengalaman pribadinya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua.
Aku melihatnya dengan tersenyum sambil berkata, "Ada perlu apa wahai saudaraku?"
Ia berkata, "Sepertinya anda lupa denganku wahai Dokter Hassan?"
Aku berkata, "Maaf, saya tidak ingat. Seorang dokter dalam setiap harinya bertemu dengan puluhan orang... Tidak mungkin untuk menghafal satu persatu orang yang pernah kutemui setelah sekian lama berpisah!"
Kemudian ia mengagetkanku dengan ucapannya, *"Sejak dua puluh empat tahun yang lalu, setiap hari saya mendoakan kebaikan untukmu!.."*
Aku berkata, "Jazakallahu khairan wahai saudaraku... Tapi mengapa anda mendoakanku setiap hari!?..."
Dia berkata, "Saya tidak bisa melupakan peristiwa yang terjadi dua puluh empat tahun silam! Saat itu anda sebagai direktur kamar ICU, dan saya sebagai mahasiswa kedokteran tingkat akhir mendapatkan tugas praktek di ruang ICU selama dua pekan.
Di hari berikutnya setelah selesai dari tugas praktek di rumah sakit, saya dan teman-teman berolah raga menyelam di laut merah. Saat menyelam terjadilah musibah, ibu jari tangan kanan saya digigit hewan laut. Luar biasa rasa sakitnya dan hampir saya jatuh pingsan di dalam laut. Kemudian teman-teman membawaku ke rumah sakit ini.
Saya dirawat di ruang ICU beberapa waktu lamanya. Ibu jariku membengkak, tiga dokter bedah yang menangani pasien memutuskan untuk memotong ibu jari yang luka untuk menyelamatkan tangan bahkan hidupku.
Anda adalah satu-satunya dokter yang menentang keputusan tersebut. Anda meminta kesempatan agar saya diberi lagi obat antibiotik dan dilihat dulu perkembangan sakitku ini. Alhamdulillah, akhirnya ibu jariku membaik sampai sembuh total dan tidak jadi dipotong.
Setelah itu saya melanjutkan studi ke Perancis dan mengambil spesialis mata. Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah mengoperasi ribuan pasien.
Setiap kali saya masuk ke ruang operasi dan melihat ibu jari ini, saya bersyukur memuji Allah kemudian mendoakanmu...
Bagaimana mungkin seseorang bisa memegang dan menggunakan alat-alat bedah tanpa ibu jari??
Bahkan bagaimana mungkin saya bisa diterima kuliah spesialis kedokteran mata jika tangan saya cacat??
Kalau bukan karena karunia Allah kepadaku kemudian pertolonganmu yang menentang keputusan tim dokter untuk memotong ibu jariku, tentu saya tidak akan menjadi dokter spesialis mata seperti sekarang ini."
"Ketika itu kedua mataku berlinang dan meneteskan air mata... Aku berkata dalam hati,
_*"Beruntunglah seseorang yang berbuat kebaikan kemudian ia melupakannya... Sesungguhnya ia memiliki Rabb yang tidak akan melupakannya."*_
(Disarikan dari kitab *'Indama Yusyriqu Ash Shabah* (dari halaman 18 - 21) Oleh : Dokter Hassan Syamsi Basya)
Ada beberapa faidah yang bisa dipetik dari kisah di atas :
🌹Mengakui kebaikan orang lain dan berterimakasih kepada orang yang telah berjasa merupakan akhlak yang mulia dalam Islam.
🌹Hendaknya kita membalas kebaikan orang lain atau minimalnya dengan mendoakannya.
🌹Saya pernah berjumpa dengan seorang jamaah haji di Mina. Diantara doa-doa yang selalu beliau panjatkan adalah doa berikut ini,
اللهم أحسن من أحسن إلي
_Allahumma Ahsin Man Ahsana Ilayya_
Artinya, _"Ya Allah, berilah kebaikan kepada siapa (saja) yang telah berbuat kebaikan kepadaku."_
🌹Saat berbuat baik hendaknya dilandasi keikhlasan mengharap ridha Allah. Jangan mengharap balasan atau ucapan terimakasih dari manusia.
Allah berfirman menceritakan orang-orang yang ikhlas,
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
_"Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak pula (ucapan) terima kasih."_
(Surat Al Insaan 9)
🌹Tanda orang yang ikhlas, ia melupakan kebaikan yang pernah dilakukannya. Tanda orang yang tidak ikhlas dalam beramal adalah orang yang mengungkit kebaikan dan menyakiti orang yang menerima kebaikannya.
Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ....
_"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),..."_
(Surat Al Baqarah 264)
... رب تقبل توبتي واغسل حوبتي و أجب دعوتي وثبت حجتي واهد قلبي وسدد لساني واسلل سخيمة قلبي
"... Rabbku terimalah taubatku, bersihkanlah dosa-dosaku, kabulkanlah doa-doaku, tetapkanlah hujjahku, berilah petunjuk bagi hatiku, luruskanlah lidahku, dan hilangkanlah kejelekan dalam hatiku. "
🌹🌹🌹🌹
17 Rabiul Awal 1441 H /
14 November 2019 M
☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum.
✒ Ditulis oleh Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz hafizhahullah.
***

Senin, September 12, 2022

Aku Rela Menikah Dengannya Agar Ayah Tidak Dipenjara

Sabtu, 14 Maret 2015 , 14:39:30

Oleh : Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA
.
Oleh : Ustadz Abu Thalhah Andri Abdul Halim, Lc.
(di Unaizah Al-Qassim, Saudi)
Dishare Oleh : Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA
Kehidupan ini memang berliku dan beragam, dikisahkan dari sebuah kisah nyata..
Seorang lelaki tua pada suatu kota di Al-Qassim KSA terhimpit hutang yang tidak sedikit jumlahnya, dimana orang yang dihutangi adalah seorang pedagang kaya yang juga sudah berumur..
Pemilik piutang tersebut sudah beberapa kali meminta kepada lelaki tua tersebut untuk mengembalikan hutangnya karena memang sudah melebihi jatuh tempo dan sudah ditangguhkan beberapa kali agar mengembalikan hutangnya akan tetapi ia tidak juga dapat mengembalikannya..
Jatuhlah pada pilihan yang diberikan oleh orang yang menghutangi..
Kalau tidak membayar hutangnya maka ia harus masuk penjara..
Dan ternyata pedagang tadi tahu juga bahwa lelaki tua tadi memiliki dua orang putri, yang pertama berumur 20 tahun dan yang kedua berumur kurang lebih 16 atau 17 tahun..
Sehingga ia memberikan pilihan ketiga yaitu kalau ia mau menikahkan salah satu putrinya dengannya maka hutang di anggap lunas dan terbebas dari jeruji penjara..
Maka lelaki tua itu pun terdiam beberapa waktu... lalu ia pun mengatakan saya harus bertanya kepada mereka terlebih dahulu apakah mereka bersedia ataukah tidak...
Maka setelah lelaki tua tersebut menceritakan hal ihwalnya kepada anak-anaknya maka putri pertamanya pun menolak dengan mengatakan saya tidak bersedia menikah dengannya, saya tidak mau menghabiskan hidup saya bersama suami yang sudah berumur...kata putri pertamanya...
Maka mendengar hal itu putrinya yang kedua pun menimpali,
SAYA BERSEDIA MENIKAH DENGANNYA AGAR AYAH TIDAK MASUK PENJARA DAN TERBEBAS DARI LILITAN HUTANG...
Maka setelah ia menyampaikan kepada pemilik piutang tersebut bahwa putri pertamanya tidak bersedia menikah dengannya, akan tetapi putri keduanya yang bersedia...
Maka pedagang itu mengatakan.. itu lebih bagus... kalau begitu kamu telah bebas dari hutangmu katanya...
Maka akhirnya pun telah sepakat waktu dan tempatnya untuk menikah yaitu pada malam Jum’at...
Diantara kebiasaan sebagian orang Arab (sebatas sepengetahuan penulis) bahwa orang yang menikah setelah aqad nikah tidak langsung tinggal satu kamar atau satu rumah bersama istri barunya....
Demikian pula dengan pedagang yang sudah berumur ini.. ia tidak langsung tidur bersama dan berhubungan suami istri dengan istri barunya tersebut....
Dan ia mengatakan kepada mertua barunya bahwa ia akan pergi ke luar negeri (dalam kisah disebutkan pergi ke Jerman) untuk suatu urusan dagangnya... dan ia menjanjikan setelah satu pekan ia akan pulang dan akan berkumpul dengan istrinya..
Akan tetapi qaddarallah (Allah mentaqdirkan) bahwa pedagang tersebut sakit dan akhirnya ia meninggal di luar negeri...
Akhirnya pun istri yang ditinggalkan yang belum digauli tersebut mewarisi hartanya yang melimpah...
Sehingga ia pun mendapatkan dua kebaikan sekaligus..
ayahnya terbebas dari hutang dan penjara, dirinya pun mendapatkan harta warisan jutaan real dari harta peninggalan suaminya tersebut...
Dan penyesalan yang dialami oleh putri pertamanya dengan mengatakan ... wahh kenapa saya dulu menolak menikah dengannya...???
Niat yang tulus akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda...
Demikian.. selesai.
---
Kisah ini dikisahkan oleh Syaikh DR. Sami bin Muhammad As-Suqair hafidzahullah (menantu Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah) di majelis ilmunya di Jami' Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah di Unaizah, tadi malam tgl 19/05/1436 H (10 Maret 2015). Dimana di akhir kisah ini beliau mengatakan ini adalah kisah nyata yang saya melihat sendiri orangnya, dikisahkan di sini tidak lain untuk diambil ibroh dan pelajarannya..
📋 PELAJARAN DARI KISAH:
------------------------------------------------
Diantara pelajaran dari kisah yang dapat diambil bahwa:
1⃣ Niat yang tulus untuk membantu meringankan beban orangtua adalah merupakan bagian dari birrul walidain dan kebaikan yang tak terhingga kepadanya.
2⃣ Niat yang tulus akan di balas oleh Allah Ta'ala dengan kebaikan yang berlipat ganda dari arah yang tidak dia ketahui sebelumnya.
3⃣ Perkara yang nampaknya adalah buruk bagi seseorang ternyata dibalik itu terdapat kebaikan yang besar baginya. (Lihat QS. Al-Baqarah: 216)
4⃣ Hendaknya bagi orangtua apabila ingin menikahkan putrinya dengan seseorang maka musyawarahkan hal itu dengannya, apakah ia setuju ataukah tidak dan tidak memaksakan kehendaknya.
5⃣ Seorang istri yang suaminya meninggal dunia sedangkan ia belum digauli maka ia tetap istrinya dan berhak mendapatkan harta warisan yang ditinggalkannya.
6⃣ Janganlah bermudah-mudah dalam masalah hutang, kecuali dalam keadaan yang sangat-sangat darurat, dan sesuaikan dengan kemampuan apakah sanggup mengembalikannya atau tidak.
7⃣ Bagi yang dihutangi hendaklah memberikan kelonggaran kepada orang hutang kepadanya tangguhkan hingga ia mampu membayarnya atau lebih baik dari itu adalah membebaskan hutangnya. (Lihat QS. Al-Baqarah: 280)
⛔ Terakhir sebagai catatan, kisah ini di sampaikan untuk diambil ibroh dan pelajaran darinya bukan untuk dicela kesalahan-kesalahannya.
Demikian, mudah-mudahan bermanfa'at. Wabillahi at-Taufiiq
---
Unaizah 20/05/1436 H (11 Maret 2015)
Andri Abdul Halim, Lc.
---
📝 Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
(Islamic Centre Unaiza, di Al-Qassim KSA)
------------------------------------
Dishare Oleh : Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA tgl 21 Jumadal Ula 1436 / 12 Maret 2015

Berdoa minta kekuatan Bathin


Ada seorang Gadis Kecil mengikuti sebuah lomba melukis dan mewarnai di tingkat kecamatan.
Pada lomba-lomba sebelumnya Gadis Kecil tsb selalu meraih Juara Pertama.
Hari itu suasana sungguh meriah, karena itu adalah babak final dan hanya 5 orang yang masih bertahan, termasuk Gadis Kecil tsb.
Sebelum pertandingan dimulai,
Gadis Kecil tsb, menundukkan kepala, mengangkat kedua tangan & berkomat-kamit memanjatkan doa.
Pertandinganpun dimulai.
Dan pada sesi Pengumuman, ternyata hasil karya Gadis Kecil tsb meraih nilai
Terbaik
. Tentu saja ia girang sekali menjadi juara.
Saat pembagian hadiah, Ketua Panitia bertanya:
"Hai Gadis Kecil, kamu pasti tadi berdoa kepada Allah agar kamu menang bukan?"
Dengan tenang dan wajah polosnya Gadis Kecil itu menjawab: "Tidak Pak, rasanya kok tidak adil ya meminta kepada Allah untuk menolongku mengalahkan orang lain setiap kali saya mengikuti perlombaan. Saya hanya minta kepada Allah, supaya saya tidak menangis kalau saya kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Ketua Panitia dan beberapa hadirin pun meneteskan air mata.
Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.
Permohonan Gadis Kecil ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Allah mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh dan penuh keikhlasan.
Seringkali kita berdoa kepada Allah, minta supaya Allah mengabulkan setiap permintaan kita.
Kita ingin Allah menjadikan kita nomor satu, menjadikan kita yang
terbaik
dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Allah menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.
Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah hikmah-Nya & bimbingan-Nya agar kita dapat mengerti rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita, terutama saat kita mengalami kegagalan & kekalahan?
Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Allah yang sempurna sebagai yang
terbaik
dalam hidup, sekalipun mungkin hal itu sangat tidak menyenangkan bagi kita.
Berdoa untuk menang atau menjadi yang
terbaik
itu biasa, tetapi berdoa untuk dapat memahami kehendak-Nya saat kita kalah, itulah iman...itulah ikhlas... dan itulah ridho terhadap kehendak Allah.
Baarakallahu fiikum, semoga bermanfaat.
Allahumma Aamiin...Trima kasih ya Rabb atas smua Kuasa n PetunjukMU..

Rabu, Juni 29, 2022

MINDSET NEGATIF dan MINDSET POSITIF

 ONE STORY, TWO PERSPECTIVES*

Seorang penulis buku terkenal duduk di ruang kerjanya... dia mengambil penanya... dan mulai menulis :
_"Tahun lalu... saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di ranjang...._
_Di tahun yang sama, saya berusia 59 tahun dan memasuki usia pensiun..., keluar dari pekerjaan di perusahaan yang begitu saya senangi... saya harus tinggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 32 tahun..._
_Di tahun itu juga saya ditinggalkan ayah yang tercinta..._
_Kemudian... masih di tahun yang sama, anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil adalah puncak kesialan di tahun lalu..."_
Di bagian akhir dia menulis:
_*"Sungguh... tahun yang sangat BURUK!"*_
Istri sang penulis masuk ke ruangan dan mendapati suaminya yang sedang sedih dan termenung... Dari belakang, sang istri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan ia mundur dan keluar dari ruangan...
15 menit kemudian dia masuk lagi dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :
_"Tahun lalu... akhirnya suami saya berhasil menyingkirkan kantong empedunya yang selama bertahun-tahun membuat perutnya sakit..._
_Di tahun itu juga... saya bersyukur, suami bisa PENSIUN dengan kondisi sehat dan bahagia. Saya bersyukur kepada TUHAN, dia sudah diberikan kesempatan berkarya dan berpenghasilan selama 32 tahun untuk menghidupi keluarga kami_
_Sekarang, suami saya bisa menggunakan waktunya lebih banyak untuk menulis, yang merupakan hobinya sejak dulu..._
_Pada tahun yang sama..., mertua saya yang berusia 95 tahun... tanpa sakit apa-apa telah meninggal dengan damai dan bahagia...._
_Dan masih di tahun yang sama pula...TUHAN telah melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat... Mobil kami memang RUSAK berat akibat kecelakaan tersebut..., tetapi anak saya selamat tanpa CACAT sedikit pun..."_
Pada kalimat terakhir istrinya menulis :
_*"Tahun lalu.... adalah tahun yang penuh BERKAH yang luar biasa dari ALLAH. dan kami lalui dengan penuh rasa takjub dan syukur..."*_
Sang penulis tersenyum haru..., dan mengalir air mata hangat di pipinya... Ia berterimakasih atas *SUDUT PANDANG* berbeda untuk setiap peristiwa yang telah dilaluinya tahun lalu... *Perspektif* yang BERBEDA telah membuatnya BAHAGIA...
Sahabat, di dalam hidup ini kita harus *MENGERTI bahwa _bukan KEBAHAGIAAN yang membuat kita BERSYUKUR Namun rasa SYUKURLAH yang akan membuat kita BAHAGIA...._*
Mari kita BERLATIH melihat suatu peristiwa dari sudut pandang *POSITIP* dan jauhkan *RASA IRI* di dalam hati.
Hidup adalah
MINDSET yg POSITIF...💖💖💖