Kamis, Agustus 18, 2016

WALAU CARUT MARUT, NAMUN MENTARI HARAPAN PASTI BERSINAR

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri M.A, حفظه الله تعالى

Sobat! Carut marutnya negri kita atau centang berentangnya masyarakat anda, bukanlah alasan bagi anda untuk pesimis, apalagi menyombongkan diri dengan merasa bahwa hanya anda yang benar atau selamat.
Rasulullah _shallallahu alaihi wa sallam_ bersabda;

” إذا قال الرجل: قد هلك الناس، فهو أهلكهم

Bila ada orang yang berkata: semua masyarakat telah binasa, maka dialah sejatinya orang yang paling binasa. ( Ahmad dan lainnya )

Seburuk apapun kondisi yang ada, maka percayalah banyak kebaikan yang masih menyelimuti kehidupan kita. Bahkan bila direnungkan dengan baik, setiap keburukan yang terjadi maka sejatinya itu adalah nikmat dari sisi lain. Semuanya itu sederhana saja, yaitu dari mana anda memikirkan dan memandang kondisi yang ada? Bila anda memandangnya dari sudut yang negatif maka nampak negatif, namun bila anda memandangnya dari sisi yang positif, maka sekejap semuanya berubah menjadi nikmat dan indah.

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal hal itu adalah baik untuk kalian, dan bisa jadi kalian mencintai sesuatu padahal hal itu adalah buruk bagi kalian. Dan allah mengetahui sedangkan kalian tidaklah mengetahui. ( Al Baqarah 216 )

Di saat anda ditipu seseorang, sesaat terasa menyakitkan, namun ketahuilah bahwa kejadian itu membawa sejuta kebaikan, anda menjadi lebih waspada dan mengenali bahwa orang yang selama ini anda puja dan sanjung ternyata musang berbulu domba, sehingga esok hari anda tidak tertipu untuk kedua kalinya. Karena itu dahulu Nabi _shalallallahu alaihi wa sallam_ selalu memuji Allah atas segala kondisi yang menimpa beliau.

Sumber : BBG AAl-ilmuCom

BANGSA INI DIBANGUN OLEH BAPAK-BAPAK BANGSA YANG TIDAK  PENDENDAM

Perhatikan komentar Buya Hamka atas pemenjaraan dirinya oleh Bung Karno, *"Saya tidak pernah dendam kepada orang yang menyakiti saya. Dendam itu termasuk dosa. Selama dua tahun empat bulan saya ditahan, saya merasa semua itu merupakan anugerah yang tiada terhingga dari Allah kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan Kitab Tafsir Al-Qur’an 30 juz. Bila bukan dalam tahanan, tidak mungkin ada waktu saya untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan itu.”*_

_Meskipun secara politik berseberangan, Soekarno tetap menghormati keulamaan Hamka. Menjelang wafatnya, Soekarno berpesan, *“Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku…”*_

_Meskipun banyak yang tak setuju, Buya Hamka dengan ikhlas memenuhi wasiat Soekarno memimpin shalat jenazah tokoh yang pernah menjebloskannya ke penjara itu._

*Bangsa ini dibangun oleh para negarawan yang tegas tapi santun ...*

_Karena kritiknya yang tegas pada Orde Baru, Mohammad Natsir bersama kelompok petisi 50 dicekal. Natsir dilarang untuk melakukan kunjungan luar negeri seperti mengikuti Konferensi Rabithah Alam Islami. Bahkan Natsir tidak mendapat izin untuk ke Malaysia menerima gelar doktor kehormatan dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universiti Sains Pulau Pinang._

_Di balik kritik yang ia lancarkan, ia tetap bersikap santun. Misalnya pada beberapa kali perayaan Idul Fitri, ia selalu saja hadir dalam acara silaturahmi di kediaman Soeharto di Cendana, meskipun keberadaannya seringkali tidak ditanggapi oleh Soeharto saat itu._

_Bahkan bukan hanya bersikap santun, ia secara sadar juga turut membantu pemerintahan Orde Baru untuk kepentingan pemerintah sendiri. Misalnya, ia membantu mengontak pemerintah Kuwait agar dapat menanam modal di Indonesia dan meyakinkan pemerintah Jepang tentang kesungguhan Orde Baru membangun ekonomi._

*Bangsa ini berdiri karena para founding fathers yang toleran dan penuh empati ...*

_Prawoto Mangkusasmito, Ketua Umum Masyumi setelah Mohammad Natsir, hidup sangat sederhana bahkan tak punya rumah. Ketua Umum Partai Katolik Indonesia, IJ Kasimo berinisiatif menginisiasi urunan untuk membelikan rumah bagi Prawoto._

*Bangsa ini besar karena kesederhanaan pemimpinnya.*

_Bung Hatta pernah punya mimpi untuk membeli sepatu Bally. Dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya. Ia kemudian menabung, mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit agar bisa membeli sepatu idaman tersebut._

*Namun, apa yang terjadi ?*
_Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Uang tabungannya terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan. Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Bally tersebut masih tersimpan dengan baik._

*Bangsa ini kokoh karena pemimpinnya menjunjung fairness ...*

_Ketika hubungan Soekarno dan Hatta merenggang, beberapa orang yang pro Soekarno tidak mencantumkan nama Hatta pada teks proklamasi. Soekarno dengan marah menegur, *“Orang boleh benci pada seseorang ! Aku kadang-kadang saling gebug dengan Hatta !! Tapi menghilangkan Hatta dari teks proooklaamaasii, itu perbuatan pengecut !!!”.*_

*Hari ini kita menentukan apakah bangsa ini jadi pemenang atau pengecut.*

*Jadi besar atau kerdil.*

*Jadi pemaaf atau pendendam.*

*Jadi penuh empati atau suka menghakimi.*

*Jadi penyebar damai atau penebar fitnah.*

_Yang akan menentukan masa depan bangsa ini bukan hanya siapa yang terpilih, tapi juga bagaimana sikap pendukungnya._

_*Bukan hanya menghargai siapa yang menang, tapi juga mengapresiasi mereka yang berjiwa besar menyikapi kekalahannya.*_

*_Selamat ulang tahun kemerdekaan ke 71 Indonesiaku.......🌻🌻☀_

Seorang guru di Australia pernah berkata

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”


”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”


Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik... :)

-unknown Indonesian

BERHENTILAH SALING MENCELA DAN MENGHINA, JAGALAH KEHORMATAN SAUDARAMU

Oleh : Mas Abdullah

وَعَن ابنِ مَسعُودٍ رَضِيَ الله عَنه

ُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : "سَبَابُ المُسِلمُ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفرٌ". متفق عليه

Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya kekufuran (mutafaqun alaih)
Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin :
Hal ini menunjukkan bahwa kefasikan berada di bawah kekafiran.

Itu karena _Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan penghinaan sebagai kefasikan dan pembunuhan sebagai kekafiran._

Atas pertimbangan ini, jika seorang muslim menghina sesamanya, maka pelakunya akan *menjadi orang fasik*. Orang tersebut *tidak akan diterima kesaksiannya,* dan *tidak boleh menjadi wali, meskipun terhadap anak perempuannya*.

Orang tersebut *tindak boleh menikahkan seseorang* walaupun itu *anaknya*, karena dia telah menjadi orang fasik.

Selain itu, orang tersebut *tidak dibolehkan mengimami salat kaum muslimin*, dan juga *tidak boleh menjadi muazin*. Inilah *pendapat jumhur para ulama.*

Pada beberapa permasalahan tadi, masih terdapat perbedaan di kalangan ulama.

Hal yang terpenting bahwa *siapa pun yang menghina sesama muslim*, maka *hukumnya fasik.*

Adapun *orang yang membunuh seorang muslim*, maka *hukumnya kafir.*

Jika *seseorang membolehkan untuk membunuh seorang muslim tanpa sebab yang dibenarkan*, maka *hukumnya kafir* dan *dianggap telah murtad*.Akan tetapi jika hanya karena dorongan hawa nafsu (marah) yang menguasainya, maka ia pun dianggap kafir, tetapi tidak dianggap murtad.

وَاِنْ طَآئِفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا ۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰٮهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْٓءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِ ۚ فَاِنْ فَآءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ؕ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْن

َDan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya.

Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah.

Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil.

Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil

[QS. Al-Hujurat: 9]

.اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْوَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat
[QS. Al-Hujurat: 10].

Allah Ta'ala menjadikan dua kelompok orang yang sedang bersengketa sebagai saudara bagi kelompok yang berusaha untuk mendamaikan.

Hal ini menunjukkan bahwa *keduanya tidak keluar dari jalur keimanan*, tetapi hanya merupakan jenis kekafiran yang berada di bawah derajat kekafiran yang sebenarnya.

Wallahu Waliyut Taufiq

Silahkan lihat di kitabnya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. 2013.Syarah Riyadhus Shalihin (3).Jakarta Timur: Darus Sunnah. Hal. 441-442.

Wallahu A'lam Bish Shawab

Sabtu, September 19, 2015

DOA SELALU DIJAWAB DENGAN TIDAK TERDUGA

Suatu ketika ada kapal tenggelam akibat diterjang badai. Tak ada penumpangnya yang tersisa. Kecuali, satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun nasib baik belum seutuhnya berpihak kepada pria itu. Dia terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Sendiri, tanpa bekal dan makanan.

Orang itu berdoa pada Alloh minta diselamatkan. Usai berdoa ia pandangi penjuru cakrawala. Berharap ada kapal yang datang. Tapi, tak ada tanda-tanda kapal yang diharapkan tiba. Ia berdoa lagi lebih khusyu. Kemudian menatap jauh ke laut lepas. Tidak ada kapal yang datang. Sekali lagi pria itu berdoa, tetapi tidak ada juga kapal yang diharapkan.

Ya, pulau tempatnya terdampar terlalu terpencil. Hampir tidak ada kapal lewat didekatnya. Akhirnya pria itu berdoa lagi. Ia telah lelah berharap. Lalu, ia menghangatkan badan. Dikumpulkannya pelepah nyiur untuk membuat perapian.

Setelah tubuhnya terasa nyaman, pria itu membuat rumah-rumahan sekedar tempat melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk pengganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi hingga kemudian ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar karena pria itu lupa memadamkan perapian.
Asap membumbung tinggi ke angkasa. Hilanglah semua kerja kerasnya semalaman.

Pria itu berteriak marah, "Tuhan, mengapa Engkau lakukan ini padaku. Mengapa? Mengapa?" Teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba terdengar suara peluit. Tuiittt... tuuitt... ternyata itu suara sebuah kapal yang sedang mendekat. Kapal itu merapat ke pantai. Beberapa orang turun menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya itu. Tentu saja pria itu terkejut.

Bagaimana kalian bisa tahu aku ada disini? tanyanya penuh keheranan. Kami melihat simbol asapmu! jawab salah seorang awak kapal.

Teman, itulah kita. Kita adalah orang yang manja dan pemarah disaat ditimpa musibah. Bahkan, selalu menilai bahwa nestapa yang kita terima adalah penderitaan yang begitu berat dan tak pernah dirasakan oleh siapapun. Itulah sebabnya kenapa kita begitu mudah mengeluh, marah dan bahkan mengumpat.

Teman, tentu sikap itu tidak tepat. Seharusnya, Musibah tidak boleh membuat kita kehilangan hati kita. Allah selalu ada di hati kita, walaupun dalam keadaan yang paling berat sekalipun. Sebab, Tuhan itu tidak tidur. Ia tahu betul kegelisahan dan jeritan hati kita. Dia Maha Pegasih lagi Maha Penyayang. Dan Kasih-NYA selalu datang pada kita. Pada saat dan cara yang tidak disangka-sangka. Hanya saja kita terlalu kerdil untuk memahaminya.
Semoga kita menjadi hamba yang terlindung dari buruk sangka pada Allah.


Sumber: Dari Buku "Kekuatan Cinta"

BOLA MATA IBU

Pada suatu cerita ada seorang Mama hanya punya 1 mata,aku membencinya dia memalukan bagi aku. Dia memasak di SMP tmp aku sekolah untuk biaya hidup kami. Hari itu dia datang ke kelas dan menyapaku.Aku sangat malu,lalu mengacuhkannya dan berlari pergi.
Keesokan harinya, teman2 mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang,aku berteriak kepadanya "Kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja?!" Aku benar2 marah saat itu. 
Aku bertekad keluar dari rumah itu dan tidak berhubungan dengan dia sama sekali. Jadi,aku belajar dgn semangat dan akhirnya mendapat beasiswa belajar di singapura.
Aku menikah,punya anak dan bahagia dgn kehidupanku.  Sampai suatu hari, Mama datang ke singapura untuk menjenguk, saat di dpn pintu, anak2ku melihat dan ketakutan, saat itu juga aku berteriak "Beraninya kau datang ke rumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak2!!" Dia terkejut dan menjawab "Maafkan saya, mungkin saya salah alamat" 
Setahun kemudian,datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku sempat melihat 1 rumah, dimana aku tinggal saat itu, hanya ingin tahu dan kata seorang tetangga mama sudah meninggal, aku tidak meneteskan air mata.
Tetanggaku memberikan surat yg Mama ingin aku membacanya. "Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat, Maafkan aku saat datang ke singapura dan menakuti anak2mu dan juga maafkan aku membuatmu malu didepan teman2mu dulu.. Semoga kamu mengerti.. Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan 1 mata, sebagai Mama, aku tdk sanggup melihatmu tumbuh dengan 1 mata, jadi aku memberikan milikku.. Aku bahagia karna anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu.." Dan seketika itu aku menangis.. 
-With Love Mama From the book LOVE-IN-SILENCE. seorang ibu selalu memberikan yg terbaik untuk anaknya sekalipun dia berada diposisi yg paling terpuruk, ia akan selalu berkorban agar anaknya menjadi seseorang yg sukses utk kedepannya, broadcast BM ini kalau kalian syg sama mama mu

My mom is my hero,Iyou mom

DOA SELALU DI JAWAB

Ada seorang laki-laki yang tinggal di dekat sebuah sungai. Kala itu, bulan-bulan musim penghujan sudah dimulai.

Hampir tidak ada hari tanpa hujan, baik hujan rintik-rintik maupun hujan lebat.

Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujan turun deras berkepanjangan, permukaan sungai semakin lama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir.

Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa. Daerah tersebut pelan-pelan mulai terisolir. Orang-orang sudah banyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalau permukaan air semakin tinggi.

Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi, lelaki tersebut tampak tenang tinggal dirumah. Akhirnya datanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelaki tersebut.

Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakin tinggi, teriak salah satu regu penolong ke lelaki tersebut.

Si lelaki menjawab, Tidak, terima kasih, anda terus saja menolong yang lain. Saya pasti akan diselamatkan Tuhan. Saya ini kan sangat rajin berdoa.

Setelah beberapa kali membujuk tidak bisa, akhirnya truk tersebut melanjutkan perjalanan untuk menolong yang lain.

Permukaan air semakin tinggi. Ketinggian mulai mencapai 1.5 meter. Lelaki tersebut masih di rumah, duduk di atas lemari.

Datanglah regu penolong dengan membawa perahu karet dan berhenti di depan rumah lelaki tersebut.

"Pak, cepat kesini, naik perahu ini. Keadan semakin tidak terkendali. Kemungkinan air akan semakin meninggi."

Lagi-lagi laki-laki tersebut berkata, "Terima kasih, tidak usah menolong saya, saya orang yang beriman, saya yakin Tuhan akan selamatkan saya dari keadaan ini."

Dibujuk tetap tidak bisa. Perahu dan regu penolongpun pergi tanpa dapat membawa lelaki tersebut.

Perkiraan banjir semakin besar ternyata menjadi kenyataan. Ketinggian air sudah sedemikian tinggi sehingga air sudah hampir menenggelamkan rumah-rumah di daerah itu. Lelaki itu nampak di atas atap rumahnya sambil terus berdoa.

Datanglah sebuah helikopter dan regu penolong. Regu penolong melihat ada seorang laki-laki duduk di atap rumahnya. Mereka melempar tangga tali dari pesawat. Dari atas terdengar suara dari megaphone (toa), Pak, cepat pegang tali itu dan naiklah kesini.

Tetapi, lagi-lagi laki-laki tersebut menjawab dengan berteriak, "Terima kasih, tapi anda tidak usah menolong saya. Saya orang yang beriman dan rajin berdoa. Tuhan pasti akan menyelamatkan saya."

Ketinggian banjir semakin lama semakin naik, dan akhirnya seluruh rumah di daerah tersebut sudah terendam seluruhnya.

Lalu, bagaimana nasib lelaki tersebut?

Lelaki tersebut akhirnya mati tenggelam.

Di akhirat dia dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulai berbicara bernada protes, Ya Tuhanku, aku selalu berdoa padamu, selalu ingat padamu, tapi kenapa aku tidak engkau selamatkan dari banjir itu?

Tuhan menjawab dengan singkat, "Aku selalu mendengar doa-doamu, untuk itulah aku telah mengirimkan Truk, kemudian perahu dan terakhir pesawat helikopter. Tetapi kenapa kamu tidak ikut salah satupun dari mereka?"

***

Sebuah cerita fiksi yang menarik. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita bekerja dan selalu berdoa kepada Allah SWT. Dan Allah sudah sering mengirimkan truk, perahu, dan pesawat kepada kita, tapi kita tidak menyadarinya dan menganggap kalau Allah tidak membantu kita. pikirkanlah sekali lagi teman, berprasangka baiklah kepada Allah. :)