- Mungkin sebagian orang kurang tahu bedanya antara ramalan (meramal haram termasuk syirik) dan prediksi (yang ini boleh)
- Sebelumnya, perlu paham dulu, dalam pelajaran TAUHID, sebab itu ada dua:
1. Sebab Kauniy
2. Sebab syar’i
- Kalau sebab kauniy, ini adalah hukum sebab-akibat alam atau memang ada penelitian bahwa itu adalah sebabnya
misalnya:
1. Api kalau kena air ya padam, kertas kena api terbakar dengan mudah
2. Minum paracetamol demam jadi turun (penelitian)
- Kalau sebab syar’i yaitu sebab yang ditentukan oleh syariat menjadi penyebab sesuatu, meskipun bukan penyebab secara kauniy
misalnya: Jika ingin dipanjangkan umur (berkah) dan dimudahkan rezeki maka silaturahmi (silaturahmi penyebab mudah rezeki)
- Nah kalau Ramalan, dia hanya menebak asal-asalan, TIDAK ADA INDIKASI sebab kauniy maupun sebab syar'i
misalnya:
- meramal 3 tahun lagi seseorang akan sukses,
Padahal tidak ada indikasinya, dia juga malas dan tidak ada usaha
- meramal akan menikah tahun sekian (dari mana dia tahu?)
- Kalau prediksi berarti ADA INDIKASI ATAU TANDA-TANDA nya
misalnya predikasi perlombaan kuda, kuda A bakal menang karena kuat, besar dan memang sering menang lemba sebelumnya
- Coba tebak, "ramalan cuaca" masuk yang mana?
iya benar, itu masuk prediksi kalau ramalan cuaca nya ada indikasi sebab kauniy,
Jadi bisa diperkirakan besok hujan atau tidak berdasarkan tanda-tanda alam dan sebagainya, tentu ini ada ilmunya
So, lebih tepat disebut "perkiraan cuaca"
- Sudah pahamkan sekarang? Alhamdulilah, semoga kita dipahamkan ilmu TAUHID dan mengamalkannya, yang bisa mengantarkan kita dan keluarga masuk surga tanpa hisab
Penyusun: Raehanul Bahraen
Kamis, Januari 12, 2017
TIDAK PROTES DENGAN TAKDIR
Pernahkah kita diperlakukan tidak adil atau dizalimi oleh orang lain?
Bagaimana respon kita? Tentu tidak senang dan kita protes, bisa jadi keluar kata-kata mencaci maki bahkan ingin membalas
Mengapa? Karena kita MENGANGGAP perbuatan orang tersebut adalah kejelekan dan dia berniat jelek kepada kita
Nah, begitu juga wahai saudaraku
Ketika kita mendapat takdir yang kita anggap jelek (hakikatnya semua takdir Allah baik) semisal mendapat musibah, maka janganlah keluar dari lisan kita kata-kata PROTES, caci-maki, tidak terima bahkan mengumpat takdir yang terjadi tanpa bisa memberi solusi
Padahal takdir dan kejadian di dunia adalah ciptaan Allah, bisa saja artinya menganggap dan BERPRASANGKA Allah bermaksud jelek pada kita.
Ini harus kita hindari, karena bisa berpotensi MENGURANGI TAUHID seseorang dan bisa jadi mengurangi POTENSI MASUK SURGA TANPA HISAB
Hindarilah walaupun hanya protes dengan perkatan halus, bahkan puncak keimanan bahwa kita bersyukur dengan semua takdir Allah. Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Allah berfirman dalam hadits qudsi,
أنا عند ظن عبدي بي
“Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.”(HR. Bukhari)
Jika kita ridha maka Allah akan ridha, jika kita marah maka Allah akan marah dalam hal takdir.
“Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.”( HR. At-Tirmidzi no. 2396, Hasan)
Padahal Allah sangat sayang kepada Hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.
Penyusun: Raehanul Bahraen
Bagaimana respon kita? Tentu tidak senang dan kita protes, bisa jadi keluar kata-kata mencaci maki bahkan ingin membalas
Mengapa? Karena kita MENGANGGAP perbuatan orang tersebut adalah kejelekan dan dia berniat jelek kepada kita
Nah, begitu juga wahai saudaraku
Ketika kita mendapat takdir yang kita anggap jelek (hakikatnya semua takdir Allah baik) semisal mendapat musibah, maka janganlah keluar dari lisan kita kata-kata PROTES, caci-maki, tidak terima bahkan mengumpat takdir yang terjadi tanpa bisa memberi solusi
Padahal takdir dan kejadian di dunia adalah ciptaan Allah, bisa saja artinya menganggap dan BERPRASANGKA Allah bermaksud jelek pada kita.
Ini harus kita hindari, karena bisa berpotensi MENGURANGI TAUHID seseorang dan bisa jadi mengurangi POTENSI MASUK SURGA TANPA HISAB
Hindarilah walaupun hanya protes dengan perkatan halus, bahkan puncak keimanan bahwa kita bersyukur dengan semua takdir Allah. Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Allah berfirman dalam hadits qudsi,
أنا عند ظن عبدي بي
“Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.”(HR. Bukhari)
Jika kita ridha maka Allah akan ridha, jika kita marah maka Allah akan marah dalam hal takdir.
“Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.”( HR. At-Tirmidzi no. 2396, Hasan)
Padahal Allah sangat sayang kepada Hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.
Penyusun: Raehanul Bahraen
INI HAKEKATNYA
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
Sebagian manusia bekerja, siang malam, kedinginan, dan kepanasan tetapi tidak mendapat kecuali sedikit dari rupiah…
Sebagian manusia hanya duduk di atas meja, ruangan ber-AC, sedikit bergerak tapi mendapatkan banyak dari harta dunia…
Itulah rezeki, Allah-lah yang mengaturnya, Dia melapangkan kepada siapa yang dikehendaki dan menahannya dari siapa yang dikehendakiNya…
Tapi masalahnya adalah pemahaman kita tentang arti dari KEKAYAAN…
Apakah itu…?
Siapakah orang kaya yang sesungguhnya..?
Selama seseorang tidak memahami hakekatnya maka ia akan berada di dalam kubangan kekurangan dan kemiskinan walaupun hartanya melimpah…
Mari kita perhatikan sabda Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ berikut :
ليس الغنى عن كثرة العرض و لكن الغنى غنى النفس
(Hakekat) kaya bukanlah dengan banyaknya harta benda, akan tetapi hakekat kaya adalah kaya jiwa.
📚[HR Bukhari : 6446, Muslim : 1051]
Kaya jiwa, kaya hati inilah hakikatnya..
Karena kaya jiwa seseorang bisa tersenyum tulus dari hatinya yang lapang…
Karena kaya jiwa seseorang bisa berbagi rezeki walaupun hidup kekurangan…
Karena kaya jiwa makan, minum dan menjalani hidup dengan tenang tanpa stress walaupun hidup seadanya…
Tapi kalau jiwa miskin, maka kesusahan dan kesempitan yang dirasakan, tidak bahagia, sulit berinfaq dan berbagi, dan hidup sesalu dihantui kekurangan dan kekurangan…
Sudah saatnya kita merubah pandangan kita agar tidak menyesal…
Bacalah Al-Quran dan hadits-hadits Nabi, hadirilah kajian-kajian ilmu yang bermanfaat…
Mengejar dunia tanpa mengetahui hakikatnya, akan membuahkan kesempitan, kejenuhan, was-was, stress dst…
Seseorang akan mengalami kejenuhan, ya kejenuhan…
Kebahagiaan ada dalam kekayaan jiwa, dan ketaatan pada Allah…
Selamat beraktifitas, dan selamat berbagi dengan sesama…
📝Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
🌐Sumber: BBG Al-ilmuCom
➖
➖
➖
Repost by :
👥 *SOBAT MUSLIM*
Sebagian manusia bekerja, siang malam, kedinginan, dan kepanasan tetapi tidak mendapat kecuali sedikit dari rupiah…
Sebagian manusia hanya duduk di atas meja, ruangan ber-AC, sedikit bergerak tapi mendapatkan banyak dari harta dunia…
Itulah rezeki, Allah-lah yang mengaturnya, Dia melapangkan kepada siapa yang dikehendaki dan menahannya dari siapa yang dikehendakiNya…
Tapi masalahnya adalah pemahaman kita tentang arti dari KEKAYAAN…
Apakah itu…?
Siapakah orang kaya yang sesungguhnya..?
Selama seseorang tidak memahami hakekatnya maka ia akan berada di dalam kubangan kekurangan dan kemiskinan walaupun hartanya melimpah…
Mari kita perhatikan sabda Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ berikut :
ليس الغنى عن كثرة العرض و لكن الغنى غنى النفس
(Hakekat) kaya bukanlah dengan banyaknya harta benda, akan tetapi hakekat kaya adalah kaya jiwa.
📚[HR Bukhari : 6446, Muslim : 1051]Kaya jiwa, kaya hati inilah hakikatnya..
Karena kaya jiwa seseorang bisa tersenyum tulus dari hatinya yang lapang…
Karena kaya jiwa seseorang bisa berbagi rezeki walaupun hidup kekurangan…
Karena kaya jiwa makan, minum dan menjalani hidup dengan tenang tanpa stress walaupun hidup seadanya…
Tapi kalau jiwa miskin, maka kesusahan dan kesempitan yang dirasakan, tidak bahagia, sulit berinfaq dan berbagi, dan hidup sesalu dihantui kekurangan dan kekurangan…
Sudah saatnya kita merubah pandangan kita agar tidak menyesal…
Bacalah Al-Quran dan hadits-hadits Nabi, hadirilah kajian-kajian ilmu yang bermanfaat…
Mengejar dunia tanpa mengetahui hakikatnya, akan membuahkan kesempitan, kejenuhan, was-was, stress dst…
Seseorang akan mengalami kejenuhan, ya kejenuhan…
Kebahagiaan ada dalam kekayaan jiwa, dan ketaatan pada Allah…
Selamat beraktifitas, dan selamat berbagi dengan sesama…
📝Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
🌐Sumber: BBG Al-ilmuCom
➖
➖
➖Repost by :
👥 *SOBAT MUSLIM*
DELAPAN MACAM REZEKI
1. Rezeki Yang Telah Dijamin.
Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya (Q.S.11:6)
2. Rezeki Karena Usaha.
Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya (Q.S.53:39)
3. Rezeki Karena Bersyukur.
Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (Q.S.14:7)
4. Rezeki Tak Terduga.
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya (QS. At Thalaq :2)
5. Rezeki Karena Istighfar.
Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta (QS. 71 : 10-11)
6. Rezeki Karena Menikah.
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya. (QS. an-Nur : 32)
7. Rezeki Karena Anak.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.(QS. al-Isra 31)
8. Rezeki Karena Sedekah.
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak (QS. Al Baqarah 245)
Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya (Q.S.11:6)
2. Rezeki Karena Usaha.
Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya (Q.S.53:39)
3. Rezeki Karena Bersyukur.
Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (Q.S.14:7)
4. Rezeki Tak Terduga.
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya (QS. At Thalaq :2)
5. Rezeki Karena Istighfar.
Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta (QS. 71 : 10-11)
6. Rezeki Karena Menikah.
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya. (QS. an-Nur : 32)
7. Rezeki Karena Anak.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.(QS. al-Isra 31)
8. Rezeki Karena Sedekah.
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak (QS. Al Baqarah 245)
CERITA BERKAH SEBUAH PERNIKAHAN
Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.
Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.
Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.
Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.
Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.
Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.
Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?
Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.
Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.
Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.
Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.
Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:
(وكان فضل الله عليك عظيما)
“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(An Nisa’: 113)
Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.
Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضي)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(Adh Dhuha: 5)
Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.
Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.
Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.
Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.
Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.
Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..
Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.
Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.
Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.
Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.
Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.
Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.
Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.
Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.
Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.
Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”
Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.
Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.
Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.
Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.
Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.
Aku dikagetkan dengan pernyataannya:
“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?
Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?
Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.
Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.
Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضى)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )
“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)
Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.
Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.
Jazaakumullahu khairan
By : Cirebon Tanpa Pacaran
Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.
Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.
Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.
Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.
Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.
Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.
Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?
Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.
Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.
Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.
Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.
Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:
(وكان فضل الله عليك عظيما)
“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(An Nisa’: 113)
Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.
Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضي)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(Adh Dhuha: 5)
Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.
Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.
Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.
Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.
Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.
Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..
Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.
Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.
Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.
Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.
Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.
Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.
Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.
Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.
Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.
Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”
Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.
Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.
Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.
Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.
Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.
Aku dikagetkan dengan pernyataannya:
“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?
Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?
Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.
Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.
Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضى)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )
“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)
Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.
Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.
Jazaakumullahu khairan
By : Cirebon Tanpa Pacaran
HIKMAH BERTEMAN
Hikmah Berteman Dengan Berbagai Karakter Teman
1. Ada TEMAN yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.
2. Ada TEMAN yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama
3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.
4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita *berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati*, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.
5. Ada TEMAN yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat *kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.
Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).
Percayalah suatu saat kita pasti akan berterima kasih pada orang yang saat ini sering membuat kita sebel, sengsara, sakit hati, merasa tertindas, merasa terhina karena melalui mereka kita belajar bagaimana *kita harus tegar dalam menghadapi hidup ini.
Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak berkembang.
Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita.
Jangan justru malah menyikapinya dengan permusuhan bahkan kemarahan.
Karena Alloh tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya
Semoga menjadi lebih baik & bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
1. Ada TEMAN yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.
2. Ada TEMAN yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama
3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.
4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita *berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati*, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.
5. Ada TEMAN yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat *kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.
Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).
Percayalah suatu saat kita pasti akan berterima kasih pada orang yang saat ini sering membuat kita sebel, sengsara, sakit hati, merasa tertindas, merasa terhina karena melalui mereka kita belajar bagaimana *kita harus tegar dalam menghadapi hidup ini.
Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak berkembang.
Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita.
Jangan justru malah menyikapinya dengan permusuhan bahkan kemarahan.
Karena Alloh tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya
Semoga menjadi lebih baik & bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
PERTEMUAN +- 5 MENIT YANG MNGESANKAN
Oleh : Ust. Fadlan Fahamsyah, Lc MA
Barusan tadi sekitar pukul 14.30 saya turun dari gedung lantai 9 di UINSA, di lif saya bertemu dengan seorang lelaki yang memakai Jas hitam, celana hitam dan berdasi (tentunya dia isbal), kulitnya kuning agak sawo matang, , saya lihat tampangnya tampang arab asli, saya sempat menduga dia dari Saudi atau Yaman....ane samperin...asslaamu'alaikum, kefhalak?
Dia jawab sambil tersenyum dan dengan wajah bersahabat: wa'alaikumussalam warahamtullah wabrokatuh..alhamdulillah Thoyyib. enta awwal indunisiin roaituhu bil lihyah... (anda orang indonesia pertama kali yang saya lihat memakai jenggot)
Kemudian ane tanya, min wen enta? (Anda dari mana)? Dia bilang dari Libiya.
Kemudian saya tanya lagi dari kota mana? Tripoli apa benghazi?
Dia menyebutkan nama kota yang sulit disebut dan sulit diingat
😊
Dia ngomong terus...ane ndak dikasih bicara....
😊
2. Atau mungkin dia mengira ane termasuk yang sependapat dengan kaum "revolusioner" krn melihat jenggot ane......
😊
Terus dia bertanya balik, kenapa anda di sini? Ana jawab: ana tholib fi dukturoh...
Selajutnya ane yang tanya, kef khobar libiya? (Bagaima kabar libiya)
Dia bilang Faudho...faudho
... (kacau...kacau)
Ketika kami sampai di lantai dasar, dia menjabat tangan ane dan menngajak keluar lif tanpa melepas jabat tangan..
Di depan lif, beliau berkata dengan wajah serius:
يا أخي أوصيك بوصية... فإن بلدكم بلد آمن و شعبه جميل لطيف متواضع .... احفظ الأمن ، بدون الأمن لا يوجد أي شيء، أنا أحب تربة هذا البلد والله لو هناك من أراد شرا بهذا البلد فأنا ممن يدافع عن هذا البلد... أهل ليبيا يظنون أن بعد سقوط قذافي يصبحوا أغنياء و تتحسن الأحوال ... ولكن الواقع الآن..فوضي...ذهب الأمن وأصبحوا فقراء...وارتفعت الأسعار....ارتفع سعر السكر، والأرز ....و....و....و....
Ya akhi, aku nasehatkan kepadamu sebuah nasehat....
sesunghuhnya negeri ini adalah negeri yang aman, penduduknya baik, lembut dan rendah hati, jagalah keamanan negeri ini, tanpa nikmat aman tidak akan ada lagi sesuatu, saya mencintai tanah negeri indonesia, demi Allah jika ada yang menginginkan kejelekan bagi negeri ini maka aku termasuk orang yang membela negeri ini....
Bangsa Libiya menyangka bahwa setelah jatuhnya QADAFI mereka akan menjadi kaya, dan keadaan akan berubah menjadi lebih baik....akan tetapi realita sekarang yang terjadi hanyalah kekacauan....hilang rasa aman, mereka menjadi orang2 fakir miskin, harga2 naik...harga gula naik, harga beras naik dan dan dan ....
Terus ane bilang....
صحيح لذلك أنا لا أحب دعاة الثورات والمظاهرات...
Benar ucapan anda...maka dari itu ane juga tidak senang dengan para penyeru revolusi (pemberontakan) dan kerusuruhan (demonstrasi).
Dia berkata:
نعم... كل هذه الأشياء ملعونة.....نعم قذافي فيه ظلم...أو قيل أنه طاغوت... ولكن الواقع الآن شر من قبل.
Ya benar, semua itu terkutuk,...benar.... mungkin Qadafi dzalim, atau dikatakan dia thoghut tapi realita sekarang jauh lebih jelek dari sebelumnya....
Terus Ane bilang ke dia: Idzan nahjuka mitsl nahji fi hazhihil qodhiyyah...(berarti cara berfikir anda seperti cara fikir saya dlm masalah ini).
Sebelum berpisah ane tanya dia....ismukal kariim? Siapa nama Anda?
Dia bilang: Muhammad Osama..
Terus setelah itu dia tak henti2 mendoakan ane, berulang2....seperti kebiasaan orang arab lainnya sebelum berpisah...
ane pun balik jawab dan saling mendoakan...
Ane katakan....
نلتقي مرة أخرى في هذا المكان وإلا فنلتقي في الجنة... ان شاء الله.....
Semoga Kita akan bertemu lagi di tempat ini...jika tidak maka kita akan bertemu di surga kelak...insya Allah...
Dia mengamini sambil tersenyum...lalu kita berpisah...
______________
Ketika di perjalanan dan berhenti di lampu merah...ane berfikir, kenapa ya dia tadi kok sempat2 nya ngejak ngobrol di depan lif....
Mungkin alasannya dua:
1. Seneng ada yg bisa dijak ngobrol pake bhs arab...
Wallahu a'lam.
[Surabaya, 6 Rabi'ul akhir 1438 H/6 Januari 2017. Di teras Masjid al-Aziz..Tenggilis Utara.]
Barusan tadi sekitar pukul 14.30 saya turun dari gedung lantai 9 di UINSA, di lif saya bertemu dengan seorang lelaki yang memakai Jas hitam, celana hitam dan berdasi (tentunya dia isbal), kulitnya kuning agak sawo matang, , saya lihat tampangnya tampang arab asli, saya sempat menduga dia dari Saudi atau Yaman....ane samperin...asslaamu'alaikum, kefhalak?
Dia jawab sambil tersenyum dan dengan wajah bersahabat: wa'alaikumussalam warahamtullah wabrokatuh..alhamdulillah Thoyyib. enta awwal indunisiin roaituhu bil lihyah... (anda orang indonesia pertama kali yang saya lihat memakai jenggot)
Kemudian ane tanya, min wen enta? (Anda dari mana)? Dia bilang dari Libiya.
Kemudian saya tanya lagi dari kota mana? Tripoli apa benghazi?
Dia menyebutkan nama kota yang sulit disebut dan sulit diingat
😊Dia ngomong terus...ane ndak dikasih bicara....
😊2. Atau mungkin dia mengira ane termasuk yang sependapat dengan kaum "revolusioner" krn melihat jenggot ane......
😊Terus dia bertanya balik, kenapa anda di sini? Ana jawab: ana tholib fi dukturoh...
Selajutnya ane yang tanya, kef khobar libiya? (Bagaima kabar libiya)
Dia bilang Faudho...faudho
... (kacau...kacau)
Ketika kami sampai di lantai dasar, dia menjabat tangan ane dan menngajak keluar lif tanpa melepas jabat tangan..
Di depan lif, beliau berkata dengan wajah serius:
يا أخي أوصيك بوصية... فإن بلدكم بلد آمن و شعبه جميل لطيف متواضع .... احفظ الأمن ، بدون الأمن لا يوجد أي شيء، أنا أحب تربة هذا البلد والله لو هناك من أراد شرا بهذا البلد فأنا ممن يدافع عن هذا البلد... أهل ليبيا يظنون أن بعد سقوط قذافي يصبحوا أغنياء و تتحسن الأحوال ... ولكن الواقع الآن..فوضي...ذهب الأمن وأصبحوا فقراء...وارتفعت الأسعار....ارتفع سعر السكر، والأرز ....و....و....و....
Ya akhi, aku nasehatkan kepadamu sebuah nasehat....
sesunghuhnya negeri ini adalah negeri yang aman, penduduknya baik, lembut dan rendah hati, jagalah keamanan negeri ini, tanpa nikmat aman tidak akan ada lagi sesuatu, saya mencintai tanah negeri indonesia, demi Allah jika ada yang menginginkan kejelekan bagi negeri ini maka aku termasuk orang yang membela negeri ini....
Bangsa Libiya menyangka bahwa setelah jatuhnya QADAFI mereka akan menjadi kaya, dan keadaan akan berubah menjadi lebih baik....akan tetapi realita sekarang yang terjadi hanyalah kekacauan....hilang rasa aman, mereka menjadi orang2 fakir miskin, harga2 naik...harga gula naik, harga beras naik dan dan dan ....
Terus ane bilang....
صحيح لذلك أنا لا أحب دعاة الثورات والمظاهرات...
Benar ucapan anda...maka dari itu ane juga tidak senang dengan para penyeru revolusi (pemberontakan) dan kerusuruhan (demonstrasi).
Dia berkata:
نعم... كل هذه الأشياء ملعونة.....نعم قذافي فيه ظلم...أو قيل أنه طاغوت... ولكن الواقع الآن شر من قبل.
Ya benar, semua itu terkutuk,...benar.... mungkin Qadafi dzalim, atau dikatakan dia thoghut tapi realita sekarang jauh lebih jelek dari sebelumnya....
Terus Ane bilang ke dia: Idzan nahjuka mitsl nahji fi hazhihil qodhiyyah...(berarti cara berfikir anda seperti cara fikir saya dlm masalah ini).
Sebelum berpisah ane tanya dia....ismukal kariim? Siapa nama Anda?
Dia bilang: Muhammad Osama..
Terus setelah itu dia tak henti2 mendoakan ane, berulang2....seperti kebiasaan orang arab lainnya sebelum berpisah...
ane pun balik jawab dan saling mendoakan...
Ane katakan....
نلتقي مرة أخرى في هذا المكان وإلا فنلتقي في الجنة... ان شاء الله.....
Semoga Kita akan bertemu lagi di tempat ini...jika tidak maka kita akan bertemu di surga kelak...insya Allah...
Dia mengamini sambil tersenyum...lalu kita berpisah...
______________
Ketika di perjalanan dan berhenti di lampu merah...ane berfikir, kenapa ya dia tadi kok sempat2 nya ngejak ngobrol di depan lif....
Mungkin alasannya dua:
1. Seneng ada yg bisa dijak ngobrol pake bhs arab...
Wallahu a'lam.
[Surabaya, 6 Rabi'ul akhir 1438 H/6 Januari 2017. Di teras Masjid al-Aziz..Tenggilis Utara.]
Langganan:
Postingan (Atom)