Sabtu, September 14, 2013

Burung Gagak


#Nama Allah "Maha Pemberi Rezeki" (الرزاق)

Kisah nyata dalam kehidupan yang berhubungan dengan nama Allah Maha Pemberi Rezeki.

Seorang ulama dari Suriah menceritakan kepadaku tentang do'a yang selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti ini:

( اللهم ارزقنا كما ترزق البغاث)

"Yaa Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats".

Apakah "bughats" itu? Dan bagaimana kisahnya?

"Bughats" adalah anak burung gagak yang baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yang disebut "bughats". Ketika sudah besar dia menjadi gagak (ghurab). Apa perbedaan antara bughats dan ghurab?

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih. Di saat induknya menyaksikannya, ia tidak terima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum, lalu mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yang baru keluar dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang. Lalu bagaimana ia makan dan minum? Dia tidak mempunyai rezeki, siapa yang memberi dia rezeki? Karena induknya tidak mau memberi ia makan, sebab warnanya putih.

Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya. Allah menciptakan bau tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak yang dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagaimacam ulat dan serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, dan ia pun memakannya. Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu adalah anaknya, dan ia pun mau memberinya makan sampai tumbuh dewasa dan bisa terbang mencari makan sendiri. Secara otomatis aroma yang keluar dari tubuhnya pun hilang dan serangga-serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia lah Allah, Maha Pemberi Rezeki.

=DR. Amr Khalid=
--------------------------
Dari Umar bin Khaththab ra, Rasulullah saw bersabda: "Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah akan memberikan rezeki kepada mu. Sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi ia dalam keadaan lapar & kembali dalam keadaan kenyang".
HR. Tirmidzi.
(Imam Nawawi - Kitab Riyadhus Shalihin)
[Bab ke-7 Hadits 6]

Landak di musim Salju


Hari itu adalah musim salju yg paling ekstrim di Canada. Banyak binatang2 yg mati akibat beku & dingin yg teramat sgt. Di daerah tsb tinggal sekelompok Hedgehog (seperti landak).

Mrk memutuskan utk tinggal berkelompok bersama2 di sebuah gua agar tetap hangat. Mrk mendekatkan diri satu sama lainnya; namun ketika mrk berdekatan, duri2 mrk melukai teman2 terdekat mrk.

Stlh bbrp saat, mereka pun memutuskan utk menjaga jarak satu sama lainnya & mrk mulai merasa sendiri, beku & akhirnya terancam mati. Jadi mrk hrs memutuskan menerima duri2 temannya atau meninggalkan bumi tercinta ini.

Secara bijaksana, mrk memutuskan utk kembali & bersatu. Mrk pun belajar utk hidup dgn luka2 kecil akibat jarak yg sgt dekat dgn sahabat2nya spy dpt menerima & merasakan kehangatan mrk.
Cara inilah yg membuat mrk akhirnya selamat & hidup.

Apa moral cerita ini?
Hubungan yg terbaik dlm hidup ini bukanlah dgn cara membawa org2 yg sempurna dlm kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar utk hidup dgn ketidak sempurnaan org lain & meng-apresiasi semua kehangatan yg diberikan oleh teman2nya.

Hal inilah yg membuat hidup kita menjadi lbh hidup & "mampu bertahan" dlm situasi atau lingkungan ekstrim sekalipun.(*)

"Terimalah ketidaksempurnaan seseorang dengan cara yg sempurna, maka hidup akan menjadi lebih bermakna"

Kisah Seorang Tukang Tahu


Ada seorang tukang TAHU... Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya. Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Ba'da subuh ia selalu berdoa kepada Allah SWT agar dagangannya laris. Begitulah setiap hari, berangkat ba'da sholat subuh dan pulang sore hari.

Dagangannya selalu laris manis.. Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya, entah knapa tiba2 ia terpeleset. Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung! Mengeluh ia kepada Allah, bahkan "menyalahkan" Allah, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia telah berdoa ba'da subuh. Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.

Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yg setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu2nya penumpang yg selamat, "gara-gara" tahu nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang. Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Allah dengan sesuatu yg jauh lebih baik daripada yg diminta.

Allah Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri. Karena itu, janganlah jemu berdoa, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk! "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. al-Baqarah/2: 216)

Jumat, September 13, 2013

Tukang Sapu


(Kisah Nyata Di Mekkah Musim Haji 2012)".
Musim haji tahun 2012 baru saja berlalu. Seperti biasanya, setiap kali musim haji selalu saja memunculkan kisah2 menakjubkan. Selalu ada cerita yg mengharukan, penuh hikmah & menjadi pelajaran bagi umat manusia. Di antara kisah nyata yg terjadi di musim haji tahun 2012 ini adalah kisah seorg tukang sapu di kota Mekkah yg mendadak kaya menjadi seorang milyuner. Bagaimana ceritanya? Simak kisah nyatanya seperti yang diangkat di koran al-Sabaq terbiatan Saudi Arabia tgl 17 Dzhuhjjah lalu (02/11/2012). (Kisah ini sudah kami edit seperlunya tanpa mengurangi inti & substansi cerita), seorang pria bernama Marimir Husain Jihar tengah menyapu jalanan kota Mekkah yang penuh debu. Ia membersihkan jalanan kota suci ini dari kotoran & sampah2 yg dibuang manusia atau yg diterbangkan angin sepanjang waktu. Sudah 5 tahun, pekerja imigran asal Bangladesh itu melakoni pekerjaan bersahaja tersebut, pekerjaan yg dipandang sebelah mata org2 lain. Di Arab Saudi, orang Bangladehs sering disebut sebagai Benggali. Org Indonesia pun memanggil mereka dgn sebutan demikian. Rekan2 sekerja Marimir tdk pernah tahu asal-usul marimir, sebab ada ratusan ribu (atau mungkin jutaan) org Benggali yg menjadi buruh kasar di negeri Haramain ini. Sampai pada suatu hari di musim haji 2012. Ketika Marimir asyik menyapu jalanan di sekitar wilayah Tanim, tempat di mana orang2 akan memulai (miqat) ihram untuk Umrah, suatu kejadian tak terduga terjadi. Seorg pria tua berteriak dari seberang jalan memanggil nama Marimir. Pria itu berpakaian Ihram, terlihat hendak melaksanakan ihram untuk Umrah. Dari postur tubuhnya, pria tua itu jelas berkebangsaan Bangladeh. Marimir! Marimir! Marimir.! Teriak pria tua ber-kali-2 dari seberang jalan. Namun karena banyaknya manusia & lalu linta yg sibuk, Marimir tdk mendengarnya. Marimir! Marimir! Marimir! Pria tua itu kembali berteriak.

Kali ini ia berlari ke arah Marimir menghadang jalan.
Aksi pria tua itu mengundang perhatian byk org di Tanim, termasuk dari rekan2 pria tua itu sendiri. Mereka heran, bagaimana ia mengenali seorg penyapu jalan di kota suci ini. Tanpa peduli, ia terus berlari tanpa menghiraukan mobil-2 yg melaju kencang. Orang2 berteriak memperingatkannya, karena aksinya itu mengganggu lalu lintas. Marimir!. Ujar si pria tua tanpa henti. Kali ini Marimir mendengar. Ia menoleh, dilhatnya seorg yg sudah tua berlari ke arahnya. Ia pun heran, dari mana org itu mengetahui namanya. Pria itu semakin mendekat & semakin dekat. Ketika sudah jelas baginya siapa yag dtg, ia pun terperangah. Alangkah kagetnya Marimir, ia seakan tak percaya apa yg dilihatnya. Ternyata pria tua itu adalah abang kandungnya sendiri.
Dengan berurai air mata, si pria tua itu menghampiri Marimir yg penuh debu, lantas ia memeluk pemuda itu dgn erat sambil menangis. Aksi jemaah haji tersebut mengundang perhatian byk org. Meski tdk mengerti, mereka mengabadikan momen penuh haru itu dgn kamera. Setelah itu, si pria tua bercerita kepada orang2 yg mengitari mereka penuh keharuan. Ia menceritakan bahwa tukang sapu itu adalah adik kandungnya sendiri, mereka adalah dua bersaudara yang sudah lebih 5 thn tidak bertemu. Kisah perpisahan mereka dimulai ketika orangtua mereka meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya. Ayah mereka meninggalkan harta warisan yg sangat banyak, mencapai 17 juta Riyal (sekitar Rp. 42,5 Milyar). Bagaimana tdk, keluarganya adalah keturunan bangsawan & salah satu kakek mereka adalah mantan menteri di Bangladesh. Tapi saudara tuanya itu berbuat serakah. Ia tdk mau membagi harta peninggalan itu dgn adiknya. Beberapa kali si adik meminta pembagian warisan, tapi ia tdk mau. Bahkan, sang adik pernah dijebloskannya ke penjara karena menuntut haknya! Karena putus asa, akhirnya sang adik pergi meninggalkan Bangladeh. Ia pun menjadi pekerja imigran di Arab Saudi.

Hingga bertahun2 lamanya. 5 tahun terakhir, ia menjadi tukang sapu di Mekkah. Selepas kepergian adiknya itu, saudara tuanya pun diserang penyakit kanker ganas. Ini hukuman Allah atas kezaliman saya…”. Kenang haji tua itu sambil menangis & sejak itulah ia insyaf atas perbuatan serakahnya. Ber-tahun2 pula lamanya, ia berusaha mencari jejak sang adik. Ia bertanya kepada kawan2 adiknya, tapi tak satu pun yg tahu. Ia pun sudah membuat sayembara, siapa yg mengetahui alamat adiknya akan diberi imbalan yg besar. Namun kabar tak kunjung datang. Sang adik entah di mana rimbanya. Sementara penyakitnya semakin parah, hingga ia mengira umurnya takkan lama lagi. Hingga datang musim haji tahun 2012. Ketika ia hendak pulang ke tanah air, ia pun melaksanakan umrah terlebih dahulu. Ia bersama rombongannya pun berangkat ke Tanim, miqat di mana org Mekkah memulai umrah & di sanalah keajaiban itu terjadi. Di tempat inilah Allah Swt mempertemukannya dengan adiknya yg selama ini ia cari. Dilihatnya seorang pria muda tengah menyapu jalanan & ternyata itu adalah saudara kandungnya. Saat pertemuan itu, saudara tua itu meminta maaf kepada sang adik atas kezalimannya selama ini. Karena keserakahannya, sang adik hidup sengsara & terlunta2 sebagai tukang sapu di negeri org. Ia pun mengajak adiknya pulang. Ia sudah membagi harta peninggalan orangtua mereka seadil-adilnya. Bagian untuk sang adik sudah ia sisihkan & akan ia berikan tanpa mengambilnya sedikitpun, jumlahnya milyaran rupiah ditambah properti yg sangat banyak. Di tempat yg suci itu, sang adik memaafkan abangnya. Ia sama sekali tdk menaruh dendam. Bahkan dirinya merasa bahagia bisa tinggal di tanah suci ini. Di sini, ia menghabiskan waktu untuk bekerja & menghafal al-Quran. Kepada hadirin yang berkerumun di sekitar mereka, tukang sapu yang jadi milyuner itu mengatakan: Sungguh ini merupakan pelajaran yang besar dalam hidup saya. Saya sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi org yg teraniaya.

Karena itu, saya berjanji tdk akan menganiaya siapa pun. Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya & diharamkannya kezaliman itu atas hamba-hambaNya. arimir Husain berpelukan dgn saudara kandungnya yg telah insyaf (foto: Sabq) Kisah mengharukan itu menjadi buah bibir jemaah haji. Seorg penjual makanan cepat saji di kota Mekkah mengatakan kepada wartawan Sabg:
Saya sering bersedekah makanan kepada tukang sapu itu, tanpa saya pernah tahu ternyata dia adalah seorang milyuner. Demikian Semoga Bermanfaat