Rabu, Februari 28, 2018

Managih Janji


Managih Janji – Emilia Agus

Carik hati mun kaganangan
Kaganangan siang wan malam
Ma ambung janjiiii
ka palaminan

Si jantung hatiiii
Baturay

Kada kusangka
Kada ku duga
Tulak madam habar kadada

Ku ta kunanakan
Kasini kasana

Amun diri inya
Kadada jua

Reff
Malam kadap kada babintang
Panarang hati sikunang kunang
Bahinip awak mandam surangan
Ta iris hati
Mun karinganan

Kada kasih
Kada kutangisi
Ku salahakan sudah bajanji
Janji badua
Sehidup samati

Wayahi ini aku
Managih janjiii

Matinya Singa Tanpa Tabayyun

Dulu sekali.
Tepatnya waktu saya masih di bangku Sekolah Dasar.
Ada sebuah cerita rakyat menarik. Alurnya sangat menyentuh dan membekas.

Jujur, saat membaca cerita itu saya menangis.
Bahkan rasa sedih terbawa setiap hendak tidur.
Sungguh, banyak hikmah yang bisa dipetik.

Ceritanya bertutur tentang seorang petani miskin yang menemukan anak singa yang ditinggal mati induknya.

Lantaran iba, petani itu memungut dan merawatnya sepenuh hati, layaknya anak sendiri. Tidak dapat dilukiskan ikatan kedua makhluk Alloh itu. Jiwa mereka seakan bersatu. Sang Singa pun telah menganggap petani itu sebagai orang tuanya.

Waktu merangkak cepat. Anak singa itupun telah dewasa. Di waktu bersamaan, sang petani pun mendapat karunia besar. Isterinya melahirkan seorang bayi lelaki mungil dan lucu.

Seluruh anggota keluarga begitu bahagia, tak terkecuali sang singa. Gerak- gerik dan pancaran sinar matanya, menyiratkan Kebahagiaan luar biasa.
Maka mulai saat itu, sang singa mendapat tugas baru, menjaga "adiknya" kala sang petani dan isterinya berangkat ke ladang.

Suatu hari, saat petani miskin Itu bekerja di ladang dat isterinya mencari kayu bakar di hutan, tiba-tiba terdengar jeritan bayi mereka dari dalam pondok.
Sang petani terlonjak kaget.
Firasatnya memburuk.

Secepat kilat ia menyambar goloknya, lalu bergegas menuju sumber jeritan tadi.

"Apa yang terjadi? Dimana singa itu?" Batin sang petani.

Setibanya di halaman pondok, ia tidak mendengar suara apapun. Senyap...
Hanya suara nafasnya menderu saling memburu.

Hatinya galau. Ketakutan mulai merayapi pembuluh darahnya. Dan pada saat yang sama, sang singa keluar dari pondok.
Mulut, taring dan cakarnya belepotan darah.

Seperti biasa, setiap sang petani pulang, Singa itu segera mendekat. Menggerak-gerakkan ekornya, lalu mengelus manja di kaki "Ayahnya".

Jangan-jangan..., Ia telah memangsa bayiku??!!, Jerit batin sang petani.

Menyaksikan hal  ini, sang petani kalap.
Darahnya seakan berkumpul di ubun-ubun. Sambil berteriak, ia mengayunkan goloknya ke arah sang singa

"Makhluk terkutuk, tidak tahu balas budi kau..". Singa itu tidak berusaha menghindar, apalagi lari menjauh. Bahkan tatapannya memelas, memohon agar "ayahnya* tidak melakukan hal bodoh itu.

Namun seluruhnya sudah terlambat. Dalam sekejap singa itu roboh berlumuran darah. Kepalanya sobek akibat sabetan golok sang petani, menggelepar, lalu mati seketika.

Sang petani, segera menghamburkan diri menuju pondok miliknya. Tiba-tiba langkahnya terhenti di depan pintu. Samar-samar ia menangkap celoteh dan tawa bayinya. Hatinya mulai ragu.

Ia menengok ke belakang. Di sana sang singa telah terkapar mati. Sambil gemetar, ia mendorong pintu. Sungguh pemandangan yang sangat mengejutkan.

Sekujur tubuhnya dingin...
Lututnya goyah...
Pandangan matanya kabur...

Ternyata, bayinya masih hidup. Di samping pembaringan bayi itu, tergeletak bangkai seekor ular besar.

"Ya Alloh, apa yang telah aku lakukan??!! Celaka diriku, celaka diriku...".

Ia berbalik dan lari ke arah singa yang telah kaku itu. Dipeluknya tubuh sang singa. Ia menangis, meratap dan meraung-raung, sembari mengutuki dirinya.

Hingga isterinya kembali dari hutan, sang petani masih duduk memeluk jasad singa yang malang itu.

Air matanya telah kering meninggalkan perih di kelopak matanya. Penyesalan meruangi hatinya. Namun apa mau di kata, ibarat nasi telah menjadi bubur. Semua sudah terlambat.

Saudaraku, begitu pentingnya Tabayyun itu. Keputusan tanpa proses Tabayyun (Klarifikasi), di pastikan melahirkan penyesalan. Ya penyesalan tak berujung dan abadi sepanjang hidup.

Karena kita menimpakan keburukan atas diri orang lain. Padahal, mungkin saja mereka berlepas diri darinya.

Makanya, Alloh ta’ala tegas menyuruh agar selalu mengedepankan tabayyun.

Dan hikmahnya jelas,

“… agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum, tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurot, 49 : 6).

Menulis ulang cerita ini emosi saya kembali teraduk-aduk. Bagaimana jika petani itu adalah diriku?
Bagaimana menjalani sisa-sisa hidup di bawah bayang-bayang rasa bersalah yang menghimpit.
Terlebih pada orang yang telah berjasa dalam hidupku.

Sungguh, andai ada satu permintaan, sudah tentu sang petani akan memohon supaya waktu memutar kembali.

Namun begitulah, penyesalan itu, selamanya pasti kan datang terlambat.

Allohu a’lam ...

hidup adalah ujian
مسلم_انتيد@

Rabu, Juni 14, 2017

3x7=27

Di Tiongkok pernah ada seorg GURU yg sangat dihormati krn tegas & jujur.

Suatu hari, 2 murid menghdp GURU. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik.


Ke dua nya berdebat ttg hitungan 3x7.
Murid pandai mengatakan 21,
Murid bodoh bersikukuh mengatakan 27.

Murid bodoh menantang murid pandai utk meminta GURU sbg Jurinya utk mengetahui siapa yg benar diantara mereka, sambil si bodoh mengatakan : "Jika sy yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau hrs mau di cambuk 10 kali oleh GURU, tapi jika kamu yg benar ( 3x7=21 ) maka sy bersedia utk memenggal kepala sy sendiri ha ha ha ....." demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin dgn pendapatnya

"Katakan GURU mana yg benar ?"
tanya murid bodoh...

Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yg pandai (orang yg menjwb 21).

Si murid pandai protes keras!!

GURU menjwb:
"Hukuman ini bkn utk hasil hitunganmu, TAPI utk KETIDAK ARIFANmu yg mau2nya berdebat dgn org bodoh yg tdk tau kalo 3x7 adalah 21"

Guru melanjutkan : "Lebih baik melihatmu dicambuk & menjadi ARIF, drpd GURU hrs melihat 1 nyawa terbuang sia2!"

Pesan Moral:

Jika kita sibuk mmperdebatkan sesuatu yg tak benar, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah dari pada orang yg memulai perdebatan, sebab dgn sadar kita membuang waktu & energi utk hal2 yg tdk perlu.

Bukankah kita sering mengalaminya?

Bisa terjadi dgn pasangan hidup, rekan kerja, teman, saudara, tetangga, kolega, dll..

Berdebat atau bertengkar utk hal yg tdk benar, hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya kita diam utk menghindari perdebatan atau pertengkaran yg sia2.

Diam bukan berarti kalah, bukan?

Memang tdk mudah, tapi janganlah sekali2 berdebat dgn org yg tidak memahami permasalahan, TAPI merasa dirinya SUDAH paling benar... padahal sudah jelas2 SALAH seperti cerita di atas...

"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI KITA, YG BISA MENGKONTROL DIRI & MENGHINDARI KEMARAHAN serta PERTENGKARAN...."

Semoga bermanfaat...

POLA PIKIR TERBALIK


*Orang miskin:*
Pak tolong dibuatkan parcel yang bagus dan mahal, karna itu akan saya hadiahkan untuk boss saya".

*Orang kaya raya*
Pak tolong dibuatkan parcel yang paling murah, karena itu akan saya hadiahkan untuk karyawan2 bawahan saya".

*Pertanyaan menariknya adalah:*
■ Siapa yang lebih miskin ?
■ Siapa yang lebih kaya ?
■ Siapa yang lebih baik ?

Saya rasa jawabannya tidak usah dibahas lagi.

Begitulah kita sebagai manusia, terkadang berpikirnya sering terbalik-balik.
Kepada orang yang seharusnya pantas disantuni, justru kita jadi sangat pelit.

Kepada orang yang berkelimpahan harta, kita justru jadi sangat royal.

Kepada orang lemah/bawah yang seharusnya kita berlemah-lembut kepadanya, justru kepadanya kita jadi sangat kasar dan jahat dalam ucap, maupun sikap.

Kepada orang yang sepantasnya kita tegur, karna kesombongan dan kejahatannya, justru kita jadi sangat hormat.

Kepada orang yang setiap hari makan mewah, kita mengundangnya dalam pesta dengan suguhan makanan yang 'wah' dan melimpah.

Tetapi Kepada orang yang hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar, justru kita memberinya makanan sisa, yang kita sendiri sudah tidak mau.

Begitulah kebanyakan manusia. Sering berpikir terbalik-balik.

*"Bila mau mengukur kebaikan seseorang, lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang dibawahnya atau orang-orang yang tidak memberi keuntungan apapun kepadanya"*.

Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yang "terbalik", dan selalu memperbaiki diri, untuk menjadi pribadi yang terbaik.

Selamat menjalankan ibadah puasa

HP BARU UNTUK SELINGKUHAN

A menghubungi B pada akhir bulan Mei yang lalu.

A berjanji akan membayar kewajiban kepada B pada tgl 5 Juni sebesar Rp 100 jt.


Mengetahui bahwa dirinya akan mendapat uang sebesar Rp 100 jt pada tgl 5 Juni, maka dengan penuh sukacita B membagikan kebahagiaan itu.

"Istriku, tgl 5 Juni nanti kuberi anggaran 10 jt buat mu dan anak anak ya. Silahkan beli baju baju baru untuk Lebaran." (Istri langsung cerita kepada anaknya bahwa tgl 6 Juni mau pergi ke mall)

"Sopirku, aku menyetujui kasbonmu 6 jt buat bayar uang masuk TK anakmu. Kuberikan tgl 5 Juni nanti." (Sopir langsung cerita kepada istrinya supaya batalkan pinjaman ke koperasi yang berbunga tinggi karena sudah dapat kasbon dari bos nya)

"Hallo leasing, jangan telpon telpon lagi ya. Bikin stress saja. Silahkan datang tgl 6 Juni nanti, saya bayar 2x tunggakan angsuran. Hari itu saya sudah punya duit." (Debt coll langsung membuat reminder tgl 6 Juni menagih pak B)

"Sobatku, saya mau bayar hutangku padamu sebesar 15 jt itu tgl 5 Juni. Nanti kukirim bukti transfernya." (Sobatnya B langsung cerita kepada anak sulungnya bahwa tgl 6 Juni mau dibelikan sepeda motor)

"Selingkuhanku, tgl 5 Juni kukirim kamu 3 jt untuk beli HP baru." (Selingkuhan dengan girang langsung browsing harga HP baru).

"Hallo teteh, malam Rabu temani abang nyanyi lagu Rondo Kempling ya." (Pemandu karaoke senang karena pak B terkenal murah hati saat memberi tips).

KRRIIIIIINNGGGG
"HALLO PAK B, MAAF TERNYATA MOBILKU BELUM JADI LAKU. TANGGAL 5 JUNI SAYA BELUM JADI KIRIM 100 JUTA KE KAMU. MAAF YA. MUDAH MUDAHAN USAI LEBARAN BISA LAKU." (Tgl 5 Juni jam 13.13)

Coba dihitung, berapa banyak pihak yang dikecewakan? Istri, anak, sopir, leasing, sobat, selingkuhan, pemandu karaoke. Pastinya B jadi stres sendiri.

Pelajaran :

Jangan membuat janji diatas janji. Karena uang yang belum di tangan artinya belum pasti.

Pernahkah anda mengalaminya? Pasti anda menyalah nyalahkan A yang cedera janji. Tapi sebenarnya A cuma cedera janji kepada 1 orang, sementara B justru cedera janji kepada banyak orang.

Wujud Kebaikan Belum Tentu Indah

Musim kemarau baru saja mulai.
Seekor burung pipit memutuskan utk terbang jauh ke utara yg konon kabarnya, udaranya selalu dingin & sejuk.
Benar, pelan² dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk. Dia tak merasakan sayapnya yg mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, & akhirnya dia jatuh ke tanah krn tubuhnya terbungkus salju.
Si burung pipit tak mampu berbuat apa², menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Dia merintih menyesali nasibnya.
Seekor kerbau yg kebetulan lewat dtg menghampiri. Namun si burung kecewa mengapa yg dtg hanya seekor kerbau, yg tak mungkin mampu berbuat sesuatu utk menolongnya. Si kerbau tdk banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat di atas burung tersebut. Si burung semakin marah & memaki. Lagi² si kerbau tdk bicara, dia maju satu langkah lagi & mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si burung tdk dpt bicara krn tertimbun kotoran kerbau. Si burung mengira lg bahwa dia pasti akan mati tak bisa bernapas.
Namun perlahan-lahan dia merasakan kehangatan. Salju yg membeku pd bulunya pelan² meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau, dia dpt bernapas lega & melihat kembali langit yg cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas-puasnya.
Saudaraku,…Apa yg tampak lbh baik, blm tentu cocok buat kita. Baik buruknya penampilan sesuatu, jgn dipakai sebagai satu-satunya ukuran. Sesuatu yg pada mulanya terasa pahit & tdk enak, terkadang memberi hikmah yg menyenangkan. Begitu pula sebaliknya.
"Jgn cepat mengeluh..tp temukanlah kebaikan dlm sgala keadaan, shg hidup kita penuh dgn syukur."
Tetap "̮SΕΕŪÀNGⱭⱭƬ"̮ (•̀_•́)ง

Mengapa Ayam Bisa Melihat Malaikat?

Ayam merupakan salah satu unggas penghasil daging yang paling populer. Dalam setiap kesempatan, ternyata hidangan berbahan dasar daging ayam sangat banyak diminati oleh berbagai kalangan. Nabi Muhammad SAW pernah memiliki kesan tersendiri terhadap hewan ini. Dalam sebuah sabdanya Nabi SAW mengungkapkan bahwa ayam adalah hewan yang bisa mengetahui kedatangan malaikat.
_“Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena Ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari Setan karena dia melihat setan.”_ (Shahih, HR Bukhari dan Muslim).
Saat sabda ini diturunkan hingga manusia terus mengalami perkembangan berabad-abad, mungkin sabda ini hanya dianggap sebagai kelebihan ilmu pengetahuan yang dimiliki Nabi SAW yang Ia dapatkan dari Allah SWT. Namun pengetahuan Nabi SAW ini ternyata dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuan abad ini.
Sebuah studi dalam jurnal _Public Library of Science_, tahun 2010 menemukan bahwa ayam memiliki kerucut retina tambahan dibandingkan dengan manusia, yang memungkinkan mereka untuk membedakan warna tambahan.
Para ilmuwan di Washington University di
St Louis yang dipimpin oleh *Joseph Corbo* mengatakan, kemampuan untuk melihat warna berasal dari sel cahaya-sensing khusus yang ditemukan di retina. Sel-sel ini, yang disebut kerucut, datang dalam berbagai rasa, yang masing-masing dapat mendeteksi panjang gelombang cahaya yang berbeda.
Manusia memiliki tiga jenis kerucut yang memungkinkan kita untuk melihat warna
merah, hijau dan biru. Tapi ayam memiliki kerucut ekstra untuk melihat violet dan sinar ultraviolet. Terlebih lagi, kerucut ayam ini didistribusikan secara merata di seluruh retina, meningkatkan kemampuan burung untuk melihat warna di seluruh bidang visual mereka.
_"Berdasarkan analisis ini, Warna di retina ayam sangat melebihi yang terlihat di sebagian besar retina lain dan tentu saja bahwa dalam kebanyakan retina mamalia,"_ kata penulis studi Dr Joseph C. Corbo of Washington University School of Medicine di St Louis.
Hal ini tentu sejalan dengan sabda Nabi SAW yang mengatakan bahwa ayam dapat melihat malaikat. Pasalnya malaikat merupakan mahkluk Allah yang diciptakan dari cahaya artinya dari sinar ultraviolet.
_“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam dari tanah."_ [HR Abu Daud (4700) dan At Tirmidzi (2155)]
Hal ini menjelaskan kepada kita mengapa setan melarikan diri saat disebutkan nama Allah. Penyebabnya adalah karena para malaikat datang ke tempat yang disebut nama Allah itu, sehingga setan melarikan diri. Setan terganggu bila melihat cahaya malaikat. Dengan kata lain, jika sinar ultraviolet bertemu dengan sinar inframerah di satu tempat, maka sinar merah memudar.
Dan tahukah anda mengapa ayam berkokok jika fajar tiba? Saat terbitnya matahari juga banyak terdengar ayam berkokok, namun bukan karena mataharinya, melainkan melihat cahaya yang terpancar dari para malaikat-malaikat Allah yang sedang sibuk membagikan rizky dari Allah untuk semua makhluknya setiap hari. Maka jangan lewatkan untuk selalu bangun pagi dan shalat Subuh.
Mungkin mereka yang melakukan penelitian ini tidak pernah tahu bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa ayam bisa melihat malaikat. Setidaknya terimakasih semakin memperkuat kebenaran akan ayat-ayat Allah SWT dan Sabda Nabi SAW.
Wallahu a'lam bish-shawwab.