Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut. . .
.
.
Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi. .
.
.
Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya. .
.
.
Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya, lagi dan lagi. .
.
.
Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu. .
.
.
Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan
tanah. .
. .
Dan... Tentu saja tak bisa bergerak. .
. .
Malangnya, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu. ..
.
Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab : .
.
"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu.
-------------------------
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّار
ُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Q.S. Al- An'am : 32)
Selamat beraktifias
dan
Tetaplah semangat 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar