Oleh : Mas Abdullah
وَعَن ابنِ مَسعُودٍ رَضِيَ الله عَنه
ُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : "سَبَابُ المُسِلمُ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفرٌ". متفق عليه
Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya kekufuran (mutafaqun alaih)
Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin :
Hal ini menunjukkan bahwa kefasikan berada di bawah kekafiran.
Itu karena _Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan penghinaan sebagai kefasikan dan pembunuhan sebagai kekafiran._
Atas pertimbangan ini, jika seorang muslim menghina sesamanya, maka pelakunya akan *menjadi orang fasik*. Orang tersebut *tidak akan diterima kesaksiannya,* dan *tidak boleh menjadi wali, meskipun terhadap anak perempuannya*.
Orang tersebut *tindak boleh menikahkan seseorang* walaupun itu *anaknya*, karena dia telah menjadi orang fasik.
Selain itu, orang tersebut *tidak dibolehkan mengimami salat kaum muslimin*, dan juga *tidak boleh menjadi muazin*. Inilah *pendapat jumhur para ulama.*
Pada beberapa permasalahan tadi, masih terdapat perbedaan di kalangan ulama.
Hal yang terpenting bahwa *siapa pun yang menghina sesama muslim*, maka *hukumnya fasik.*
Adapun *orang yang membunuh seorang muslim*, maka *hukumnya kafir.*
Jika *seseorang membolehkan untuk membunuh seorang muslim tanpa sebab yang dibenarkan*, maka *hukumnya kafir* dan *dianggap telah murtad*.Akan tetapi jika hanya karena dorongan hawa nafsu (marah) yang menguasainya, maka ia pun dianggap kafir, tetapi tidak dianggap murtad.
وَاِنْ طَآئِفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا ۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰٮهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْٓءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِ ۚ فَاِنْ فَآءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ؕ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْن
َDan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya.
Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah.
Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil.
Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil
[QS. Al-Hujurat: 9]
.اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْوَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat
[QS. Al-Hujurat: 10].
Allah Ta'ala menjadikan dua kelompok orang yang sedang bersengketa sebagai saudara bagi kelompok yang berusaha untuk mendamaikan.
Hal ini menunjukkan bahwa *keduanya tidak keluar dari jalur keimanan*, tetapi hanya merupakan jenis kekafiran yang berada di bawah derajat kekafiran yang sebenarnya.
Wallahu Waliyut Taufiq
Silahkan lihat di kitabnya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. 2013.Syarah Riyadhus Shalihin (3).Jakarta Timur: Darus Sunnah. Hal. 441-442.
Wallahu A'lam Bish Shawab
Kamis, Agustus 18, 2016
Sabtu, September 19, 2015
DOA SELALU DIJAWAB DENGAN TIDAK TERDUGA
Suatu ketika ada kapal
tenggelam akibat diterjang badai. Tak ada penumpangnya yang tersisa. Kecuali,
satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun nasib baik belum
seutuhnya berpihak kepada pria itu. Dia terdampar di sebuah pulau kecil tak
berpenghuni. Sendiri, tanpa bekal dan makanan.
Orang itu berdoa pada
Alloh minta diselamatkan. Usai berdo’a ia
pandangi penjuru cakrawala. Berharap ada kapal yang datang. Tapi, tak ada
tanda-tanda kapal yang diharapkan tiba. Ia berdoa lagi lebih khusyu’. Kemudian menatap jauh ke laut lepas. Tidak ada kapal yang datang.
Sekali lagi pria itu berdo’a,
tetapi tidak ada juga kapal yang diharapkan.
Ya, pulau tempatnya
terdampar terlalu terpencil. Hampir tidak ada kapal lewat didekatnya. Akhirnya
pria itu berdo’a lagi. Ia telah lelah berharap. Lalu, ia
menghangatkan badan. Dikumpulkannya pelepah nyiur untuk membuat perapian.
Setelah tubuhnya
terasa nyaman, pria itu membuat rumah-rumahan sekedar tempat melepas lelah.
Disusunnya semua nyiur dengan cermat agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan
lama.
Keesokan harinya, pria
malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk pengganjal perutnya
yang lapar. Semua pelosok dijelajahi hingga kemudian ia kembali ke gubuknya.
Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir
tak bersisa. Gubuk itu terbakar karena pria itu lupa memadamkan perapian.
Asap membumbung tinggi
ke angkasa. Hilanglah semua kerja kerasnya semalaman.
Pria itu berteriak
marah, "Tuhan, mengapa Engkau lakukan ini padaku. Mengapa? Mengapa?"
Teriaknya melengking menyesali nasib.
Tiba-tiba terdengar
suara peluit. Tuiittt... tuuitt... ternyata itu suara sebuah kapal yang sedang
mendekat. Kapal itu merapat ke pantai. Beberapa orang turun menghampiri pria
yang sedang menangisi gubuknya itu. Tentu saja pria itu terkejut.
”Bagaimana kalian bisa tahu aku ada disini?” tanyanya penuh keheranan. ”Kami
melihat simbol asapmu!” jawab salah seorang awak kapal.
Teman, itulah kita.
Kita adalah orang yang manja dan pemarah disaat ditimpa musibah. Bahkan, selalu
menilai bahwa nestapa yang kita terima adalah penderitaan yang begitu berat dan
tak pernah dirasakan oleh siapapun. Itulah sebabnya kenapa kita begitu mudah
mengeluh, marah dan bahkan mengumpat.
Teman, tentu sikap itu
tidak tepat. Seharusnya, Musibah tidak boleh membuat kita kehilangan hati kita.
Allah selalu ada di hati kita, walaupun dalam keadaan yang paling berat
sekalipun. Sebab, Tuhan itu tidak tidur. Ia tahu betul kegelisahan dan jeritan
hati kita. Dia Maha Pegasih lagi Maha Penyayang. Dan Kasih-NYA selalu datang
pada kita. Pada saat dan cara yang tidak disangka-sangka. Hanya saja kita
terlalu kerdil untuk memahaminya.
Semoga kita menjadi
hamba yang terlindung dari buruk sangka pada Allah.
Sumber: Dari Buku
"Kekuatan Cinta"
BOLA MATA IBU
Pada suatu cerita ada
seorang Mama hanya punya 1 mata,aku membencinya dia memalukan bagi aku. Dia
memasak di SMP tmp aku sekolah untuk biaya hidup kami. Hari itu dia datang ke
kelas dan menyapaku.Aku sangat malu,lalu mengacuhkannya dan berlari pergi.
Keesokan harinya, teman2
mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang,aku berteriak kepadanya
"Kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak
mati saja?!" Aku benar2 marah saat itu.
Aku bertekad keluar
dari rumah itu dan tidak berhubungan dengan dia sama sekali. Jadi,aku belajar
dgn semangat dan akhirnya mendapat beasiswa belajar di singapura.
Aku menikah,punya anak
dan bahagia dgn kehidupanku. Sampai
suatu hari, Mama datang ke singapura untuk menjenguk, saat di dpn pintu, anak2ku
melihat dan ketakutan, saat itu juga aku berteriak "Beraninya kau datang ke
rumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak2!!" Dia terkejut dan
menjawab "Maafkan saya, mungkin saya salah alamat"
Setahun kemudian,datanglah
undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku sempat melihat 1 rumah, dimana
aku tinggal saat itu, hanya ingin tahu dan kata seorang tetangga mama sudah
meninggal, aku tidak meneteskan air mata.
Tetanggaku memberikan
surat yg Mama ingin aku membacanya. "Anakku tercinta, aku memikirkanmu
setiap saat, Maafkan aku saat datang ke singapura dan menakuti anak2mu dan juga
maafkan aku membuatmu malu didepan teman2mu dulu.. Semoga kamu mengerti.. Waktu
kecil kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan 1 mata, sebagai Mama, aku tdk
sanggup melihatmu tumbuh dengan 1 mata, jadi aku memberikan milikku.. Aku bahagia
karna anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu.."
Dan seketika itu aku menangis..
-With Love Mama From the book
LOVE-IN-SILENCE. seorang ibu selalu memberikan yg terbaik untuk anaknya
sekalipun dia berada diposisi yg paling terpuruk, ia akan selalu berkorban agar
anaknya menjadi seseorang yg sukses utk kedepannya, broadcast BM ini kalau
kalian syg sama mama mu
My mom is my hero,I♥you mom
DOA SELALU DI JAWAB
Ada seorang laki-laki
yang tinggal di dekat sebuah sungai. Kala itu, bulan-bulan musim penghujan
sudah dimulai.
Hampir tidak ada hari
tanpa hujan, baik hujan rintik-rintik maupun hujan lebat.
Pada suatu hari
terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujan turun deras berkepanjangan,
permukaan sungai semakin lama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir.
Saat itu banjir sudah
sampai ketinggian lutut orang dewasa. Daerah tersebut pelan-pelan mulai
terisolir. Orang-orang sudah banyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut,
takut kalau permukaan air semakin tinggi.
Lain dengan
orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi, lelaki tersebut tampak tenang
tinggal dirumah. Akhirnya datanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelaki
tersebut.
“Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi
banjir semakin tinggi”, teriak salah satu regu penolong ke lelaki
tersebut.
Si lelaki menjawab, “Tidak, terima kasih, anda terus saja menolong yang lain. Saya pasti akan
diselamatkan Tuhan. Saya ini kan sangat rajin berdoa.”
Setelah beberapa kali
membujuk tidak bisa, akhirnya truk tersebut melanjutkan perjalanan untuk
menolong yang lain.
Permukaan air semakin
tinggi. Ketinggian mulai mencapai 1.5 meter. Lelaki tersebut masih di rumah,
duduk di atas lemari.
Datanglah regu
penolong dengan membawa perahu karet dan berhenti di depan rumah lelaki
tersebut.
"Pak, cepat
kesini, naik perahu ini. Keadan semakin tidak terkendali. Kemungkinan air akan
semakin meninggi."
Lagi-lagi laki-laki
tersebut berkata, "Terima kasih, tidak usah menolong saya, saya orang yang
beriman, saya yakin Tuhan akan selamatkan saya dari keadaan ini."
Dibujuk tetap tidak
bisa. Perahu dan regu penolongpun pergi tanpa dapat membawa lelaki tersebut.
Perkiraan banjir
semakin besar ternyata menjadi kenyataan. Ketinggian air sudah sedemikian
tinggi sehingga air sudah hampir menenggelamkan rumah-rumah di daerah itu.
Lelaki itu nampak di atas atap rumahnya sambil terus berdoa.
Datanglah sebuah
helikopter dan regu penolong. Regu penolong melihat ada seorang laki-laki duduk
di atap rumahnya. Mereka melempar tangga tali dari pesawat. Dari atas terdengar
suara dari megaphone (toa), ”Pak,
cepat pegang tali itu dan naiklah kesini.“
Tetapi, lagi-lagi
laki-laki tersebut menjawab dengan berteriak, "Terima kasih, tapi anda
tidak usah menolong saya. Saya orang yang beriman dan rajin berdoa. Tuhan pasti
akan menyelamatkan saya."
Ketinggian banjir
semakin lama semakin naik, dan akhirnya seluruh rumah di daerah tersebut sudah
terendam seluruhnya.
Lalu, bagaimana nasib
lelaki tersebut?
Lelaki tersebut
akhirnya mati tenggelam.
Di akhirat dia
dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulai berbicara bernada protes, ”Ya Tuhanku, aku selalu berdoa padamu, selalu ingat padamu, tapi kenapa
aku tidak engkau selamatkan dari banjir itu?”
Tuhan menjawab dengan
singkat, "Aku selalu mendengar doa-doamu, untuk itulah aku telah
mengirimkan Truk, kemudian perahu dan terakhir pesawat helikopter. Tetapi
kenapa kamu tidak ikut salah satupun dari mereka?"
***
Sebuah cerita fiksi
yang menarik. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita bekerja dan selalu
berdoa kepada Allah SWT. Dan Allah sudah sering mengirimkan “truk”, “perahu”, dan “pesawat” kepada
kita, tapi kita tidak menyadarinya dan menganggap kalau Allah tidak membantu
kita. pikirkanlah sekali lagi teman, berprasangka baiklah kepada Allah. :)
Selasa, Juni 16, 2015
KISAH PEMUDA MISKIN JATUH CINTA KEPADA GADIS KAYA
Bismillah..Suatu hari Pemuda itu ngelamar sigadis
Gadis itu berkata, "Dengar ya, gaji Bulanan sama dgn pengeluaran harianku..! Haruskah aku menikah dgnmu ? Aku tidak akan pernah mencintaimu. Jadi, lupakan diriku dan menikahlah dgn org lain yg setingkat dgnmu"
Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja
Gadis itu berkata, "Dengar ya, gaji Bulanan sama dgn pengeluaran harianku..! Haruskah aku menikah dgnmu ? Aku tidak akan pernah mencintaimu. Jadi, lupakan diriku dan menikahlah dgn org lain yg setingkat dgnmu"
Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja
10 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah outlet @pizzaRAKYAT daerah Cipulir
Wanita itu berkata, "Hei Kamu!! Apa kabar ?
Sekarang aku sudah menikah lhoo...
Apakah kamu tahu berapa gaji suamiku ? Rp.20 juta perbulan! Dapatkah kamu bayangkan ? Dia juga sangat cerdas"
Mata Pemuda itu berlinang air mata mendengar kata2 wanita itu, namun ttp berusaha tersenyum
Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu lagi,
suaminya berkata :"Pak...?! Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya."
Lalu dia berkata kepada istrinya,
"Kenaikan Bosku, Boss masih lajang lho.. Dia mencintai seorang gadis tapi gadis
Itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah. Malang nian gadis itu.. Bukankah
sekarang tidak ada lagi orang yang mencintai seperti Itu??. "
Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tidak berani melihat kedalam mata si Pemuda
Kadang orang yang kita sakiti dan kita hina jauh akan lebih sukses dari pada yang kita bayangkan.
Setelah semua terjadi timbullah sebuah penyesalan dari dirinya.
Semoga bermanfaat dan Penuh
Kebarokahan dari Allah
Subhanallah...
Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu lagi,
suaminya berkata :"Pak...?! Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya."
Lalu dia berkata kepada istrinya,
"Kenaikan Bosku, Boss masih lajang lho.. Dia mencintai seorang gadis tapi gadis
Itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah. Malang nian gadis itu.. Bukankah
sekarang tidak ada lagi orang yang mencintai seperti Itu??. "
Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tidak berani melihat kedalam mata si Pemuda
Kadang orang yang kita sakiti dan kita hina jauh akan lebih sukses dari pada yang kita bayangkan.
Setelah semua terjadi timbullah sebuah penyesalan dari dirinya.
Semoga bermanfaat dan Penuh
Kebarokahan dari Allah
Subhanallah...
Jgnlah sekali kali menghina orang
“Wujud Kebaikan Belum Tentu Indah”
Musim kemarau baru saja mulai.
Seekor burung pipit memutuskan utk terbang jauh ke utara yg konon kabarnya, udaranya selalu dingin & sejuk.
Benar, pelan² dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk. Dia tak merasakan sayapnya yg mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, & akhirnya dia jatuh ke tanah krn tubuhnya terbungkus salju.
Si burung pipit tak mampu berbuat apa², menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Dia merintih menyesali nasibnya.
Seekor burung pipit memutuskan utk terbang jauh ke utara yg konon kabarnya, udaranya selalu dingin & sejuk.
Benar, pelan² dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk. Dia tak merasakan sayapnya yg mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, & akhirnya dia jatuh ke tanah krn tubuhnya terbungkus salju.
Si burung pipit tak mampu berbuat apa², menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Dia merintih menyesali nasibnya.
Seekor kerbau yg kebetulan lewat dtg menghampiri. Namun si
burung kecewa mengapa yg dtg hanya seekor kerbau, yg tak mungkin mampu berbuat
sesuatu utk menolongnya. Si kerbau tdk banyak bicara, dia hanya berdiri,
kemudian kencing tepat di atas burung tersebut. Si burung semakin marah &
memaki. Lagi² si kerbau tdk bicara, dia maju satu langkah lagi &
mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si burung tdk dpt
bicara krn tertimbun kotoran kerbau. Si burung mengira lg bahwa dia pasti akan
mati tak bisa bernapas.
Namun perlahan-lahan dia merasakan kehangatan. Salju yg membeku
pd bulunya pelan² meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau, dia dpt bernapas lega
& melihat kembali langit yg cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan,
bernyanyi keras sepuas-puasnya.
Saudaraku,…Apa yg tampak lbh baik, blm tentu cocok buat kita.
Baik buruknya penampilan sesuatu, jgn dipakai sebagai satu-satunya ukuran.
Sesuatu yg pada mulanya terasa pahit & tdk enak, terkadang memberi hikmah
yg menyenangkan. Begitu pula sebaliknya.
"Jgn cepat mengeluh..tp temukanlah kebaikan dlm sgala
keadaan, shg hidup kita penuh dgn syukur."
Tetap "̮SΕΕ♍ŪÀNGⱭⱭƬ"̮
(•̀_•́)ง
Sang Direktur dan Tangan Ibu yang Berkerut

Foto hanya ilustrasi
SEORANG pria muda melamar
posisi manajerial di perusahaan besar. Dia lulus wawancara pertama, dan
sekarang akan bertemu dengan sang direktur perusahaan untuk wawancara akhir.
Direktur melihat CV prestasi
akademik si pemuda yang hebat. Ia bertanya, “Apakah kau mendapatkan semua
beasiswa di sekolah?”
“Tidak,” jawab si pemuda.
“Apakah ayahmu yang membiayai
sekolahmu?”
“Ayah saya meninggal ketika
saya berusia satu tahun. Ibu saya yang membanting tulang mencari biaya untuk
sekolah saya,” si pemuda menjawab.
“Apa pekerjaan ibumu?”
“Ibu saya bekerja sebagai
pencuci pakaian.”
Sang direktur meminta si
pemuda untuk menunjukkan tangannya. Pemuda itu menunjukkan sepasang tangan yang
halus dan lembut.
“Apa kau pernah membantu
ibumu mencuci pakaian sebelumnya?”
“Tidak pernah. Ibu saya
selalu ingin menyuruh saya belajar dan membaca. Selain itu, ibu saya dapat
mencuci pakaian lebih cepat daripada saya.”
Direktur berkata, “Aku punya
permintaan. Jika kaupulang ke rumah hari ini, bersihkan tangan ibumu, dan
kemudian aku akan melihat tanganmu lagi…”
Si pemuda merasa
kesempatannya untuk mendapatkan pekerjaan itu melambung tinggi. Ketika ia
kembali ke rumah, ia meminta ibunya untuk mengizinkannya membersihkan tangan
tua itu. Ibunya merasa aneh, ia bahagia, dan dengan perasaan campur aduk, ia
mengizinkan anaknya melakukan permintaannya itu.
Si pemuda membersihkan tangan
ibunya perlahan-lahan. Tiba-tiba air matanya jatuh perlahan. Itu adalah pertama
kalinya ia melihat tangan bunya penuh dengan kerutan, dan ada begitu banyak
memar. Beberapa memar yang tersentuh ketika dibersihkan membuat ibunya eringis.
Ini adalah pertama kalinya si
pemuda menyadari bahwa itu adalah sepasang tangan yang mencuci pakaian setiap
hari sehingga biaya ekolahnya bisa terbayar. Memar di tangan ibunya adalah
harga yang harus dibayar perempuan itu untuk pendidikan, kegiatan sekolahnya, an
masa depannya.
Setelah membersihkan tangan
ibu, si pemuda diam-diam membasuh semua pakaian sisa ibunya.
Malam itu, ibu dan anak
berbicara lama.
Keesokan paginya, si pemuda
pergi lagi menghadap direktur.
Direktur melihat air mata di
mata si pemuda. Ia pun bertanya: “Bisa kauceritakan apa yang telah kaulakukan
dan pelajari kemarin di rumahmu?”
Pemuda menjawab, “Saya
membersihkan tangan ibu saya, dan juga membersihkan semua sisa pakaiannya.
“Saya baru sadar sekarang apa
itu penghargaan. Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi siapa saya hari ini.
Dengan membantu ibu saya, sekarang saya menyadari betapa sulitnya mendapatkan
sesuatu di dunia. Dan saya di sini untuk menghargai pentingnya dan nilai untuk
membantu keluarga.”
Sang direktur berkata, “Ini adalah apa yang aku
cari dari seorang manajer. Aku ingin merekrut orang yang dapat menghargai
bantuan lain, seseorang yang tahu penderitaan orang lain untuk mendapatkan
hal-hal yang dilakukan dan orang yang tidak akan menempatkan uang sebagai
sekadar tujuan dalam hidup. Kau diterima bekerja di sini.” []
https://www.islampos.com/sang-direktur-dan-tangan-ibu-yang-berkerut-164292/
Langganan:
Postingan (Atom)